JAKARTA - Ramadan selalu menjadi momen spesial, waktu untuk berkumpul, berbagi, dan merayakan kebersamaan. Tahun ini, Lacoste menghadirkan kampanye Ramadan 2025 dengan sentuhan teknologi Artifical Intelligence (AI), menggabungkan warisan klasik French Fashion Sport brand dengan inovasi modern.
Menggandeng Refal Hady dan Dewi Paramita, kampanye ini merefleksikan semangat Ramadan dalam gaya yang alami, elegan, dan tetap relevan dengan keseharian. Refal Hady dan Dewi Paramita, ikon generasi masa kini, dikenal dengan gaya mereka yang elegan namun tetap relatable, mencerminkan keseimbangan antara fashion, aktivitas sehari-hari, dan makna Ramadan.
Refal Hady, aktor Indonesia ternama, dikenal melalui perannya yang beragam dan gaya
effortless yang menjadikannya inspirasi fashion. Sementara itu, Dewi Paramita, seorang
fashion influencer yang sedang naik daun, memikat dengan gaya chic namun tetap mudah didekati, menginspirasi banyak orang melalui sentuhan elegansi modernnya.
Kepribadian mereka yang autentik serta kedekatan dengan komunitas menjadikan mereka sosok yang sempurna untuk membawa kampanye ini lebih dekat ke audiens Lacoste di Indonesia.
Tahun 2025 menjadi era di mana AI semakin mengubah cara brand berinteraksi dengan
audiens. Lacoste memanfaatkannya untuk menghadirkan visual yang imajinatif dan dinamis. Terinspirasi dari ketenangan dan warna menawan gurun, kampanye ini menempatkan tenis jiwa dari sebuah sebagai elemen utama. Palet warna turquoise dan oranye yang mencolok mencerminkan ketenangan senja saat matahari terbenam, selaras dengan momen Iftar, sementara bulan sabit yang bersinar di langit melambangkan makna spiritual Ramadan.
관련 항목:
Menggabungkan teknologi dengan tradisi secara harmonis, kampanye ini mengeksplorasi
dunia digital tanpa meninggalkan identitas sport-chic ikonik . Kreativitas berbasis AI
menghadirkan storytelling yang lebih ekspresif, menciptakan narasi visual yang autentik dan mempererat hubungan Lacoste dengan audiensnya selama musim Ramadan.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)