JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton dan diproyeksikan naik menjadi 3,8 juta ton pada akhir Februari, lalu 4 juta ton pada Maret. Angka ini disebut menjadi pijakan pemerintah menata pasokan dan harga menjelang Ramadan, termasuk menyiapkan skema bantuan pangan.

Pernyataan itu disampaikan Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 11 Februari, saat ditanya soal laporan ke Presiden. Amran menyebut pembahasan mencakup progres pangan—khususnya beras—serta jagung, hilirisasi, harga, dan stok pangan. Namun ketika diminta merinci agenda rapat, ia hanya menjawab, “Nanti keluar baru disampaikan.”

Saat dicecar soal stok untuk Ramadan dan bantuan pangan, Amran menegaskan stok “banyak”. “Sekarang stok kita 3,4 juta ton hari ini, kemungkinan akhir bulan 3,8 juta ton. Bulan Maret itu bisa 4 juta ton,” katanya.

Soal serapan, Amran mengatakan pemerintah mempercepat proses. “Kita percepat, SK sudah,” ujarnya singkat, tanpa merinci detail pelaksanaannya.

Amran juga menyinggung target swasembada jagung. Ia menyebut untuk kebutuhan pakan, Indonesia sudah swasembada dan tidak ada impor pada 2025. “Tinggal yang industri nanti,” katanya.

Ketika ditanya rapat dilakukan dengan siapa saja, Amran melempar balik: “Anda lebih tahu dari saya.”


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)