JAKARTA - Empat anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tewas dalam serangan udara AS-Arab Saudi di Irak pada Rabu.
Hasan Ghamari, wakil gubernur Provinsi Markazi untuk urusan politik, keamanan, dan sosial, mengatakan kepada kantor berita pemerintah Iran, IRNA, keempat orang tersebut sedang bertugas mengamankan rangkaian upacara ziarah Arbaeen ketika mereka tewas di Provinsi Diyala, Irak timur.
Arbaeen menandai berakhirnya masa berkabung selama 40 hari untuk memperingati wafatnya Imam Hussein—cucu Nabi Muhammad—pada abad ketujuh.
Ghamari merilis nama keempat orang yang didentifikasi sebagai anggota IRGC tersebut.
Juru bicara kantor media Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Irak, Kareem al-Kinani, mengatakan kepada CNN pada Rabu, 29 Juli, enam peziarah Iran tewas dalam serangan tersebut.
관련 항목:
"Terlepas dari profesi mereka di Iran, keenam orang ini memasuki Irak sebagai peziarah, bukan sebagai kombatan atau penasihat sebagaimana diklaim oleh beberapa pihak," ujar al-Kinani.
Dilaporkan 20 orang tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan AS-Arab Saudi pada Rabu dini hari waktu setempat, menurut PMF, sebuah kelompok payung yang menaungi berbagai milisi yang berpihak pada Iran.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)