JAKARTA - Pasukan penjaga perdamaian PBB mengatakan pada Hari Selasa, mereka menemukan sekitar empat ton bahan peledak, sebagian besar amonium nitrat, bulan ini di sebuah desa perbatasan Lebanon selatan yang berada di bawah pendudukan Israel.
Pada tanggal 2 Juli selama "pemeriksaan rute rutin" di dekat Houla, "pasukan penjaga perdamaian menemukan 385 kontainer yang ditinggalkan di dalam sebuah bangunan, berisi sekitar 4.000 kilogram bahan peledak, yang sebagian besar terdiri dari senyawa amonium nitrat," kata Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dalam sebuah pernyataan, melansir Al Arabiya dari AFP (29/7).
Spesialis UNIFIL "kemudian melakukan prosedur di tempat untuk menonaktifkan bahan tersebut, membuatnya aman dan menghilangkan risiko yang ditimbulkannya," lanjutnya.
Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim, kontainer tersebut memiliki tulisan Ibrani dan "kemungkinan digunakan untuk penghancuran."
Houla adalah bagian dari jalur wilayah yang membentang sekitar 10 kilometer (enam mil) ke dalam wilayah Lebanon di sepanjang perbatasan tempat pasukan Israel, yang menginvasi selama perang terbaru dengan Hizbullah, telah beroperasi dan telah memperingatkan penduduk untuk tidak kembali.
Sebelumnya, Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola negara telah melaporkan empat kali ledakan yang dilakukan oleh Israel di Houla bulan ini.
Pada 8 Juli, Pemerintah Kota Houla mengutuk "dengan sekeras-kerasnya kejahatan yang dilakukan musuh Israel berupa pembakaran, peledakan, dan penghancuran rumah, bangunan publik, dan properti pribadi."
관련 항목:
Diketahui, amonium nitrat, yang digunakan dalam pupuk serta bahan peledak, memicu kenangan buruk di Lebanon.
Pada 4 Agustus 2020, tumpukan bahan kimia tersebut meledak di Pelabuhan Beirut, setelah disimpan secara sembarangan selama bertahun-tahun.
Ledakan tersebut menewaskan lebih dari 220 orang, melukai lebih dari 6.500 orang lainnya, dan menghancurkan sebagian besar wilayah ibu kota.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)