JAKARTA - Presiden Vladimir Putin pada Hari Senin mengatakan sanksi Barat terhadap Rusia gagal mencapai tujuan, menggambarkannya sebagai "memecahkan rekor" baik dalam skala maupun ketidakefektifannya.

Berbicara pada pertemuan dengan anggota Duma Negara di Grand Kremlin Palace, Presiden Putin mengatakan "Barat" telah meningkatkan tekanan pada Rusia sejak 2022 tetapi gagal melemahkan negara tersebut.

"Barat telah mengaktifkan mesin Russophobia dengan kecepatan tinggi, mencetak 'rekor dunia.' Ini benar dalam dua hal: jumlah sanksi yang disebut-sebut dan ketidakberhasilannya," katanya, dilansir dari Anadolu (28/7).

Lebih lanjut Presiden Putin berpendapat, pembatasan tersebut telah menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi negara-negara yang memberlakukannya daripada bagi Rusia.

"Hal ini juga benar dalam kerusakan yang ditimbulkan oleh sanksi-sanksi ini, pertama dan terutama, pada para pembuat dan inisiatornya, dan pada rakyat beberapa negara Eropa dan negara lain," kata Presiden Putin.

Ia menuduh negara-negara Barat mencoba melumpuhkan ekonomi Rusia dan merusak potensi ilmiah dan industrinya.

"Selain itu, karena tidak mampu mengalahkan Rusia di medan perang, mereka sekarang mengandalkan metode teroris secara terang-terangan untuk melancarkan perang melawan rakyat kita," jelasnya.

"Tetapi tidak ada yang bisa menghancurkan rakyat Rusia," tegas Presiden Putin.

Meski menggambarkan masa tersebut sebagai masa yang sulit, Presiden Putin mengatakan Rusia telah beradaptasi dengan tekanan eksternal sambil terus mengejar tujuan ekonomi jangka panjang.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendukung sektor-sektor kunci ekonomi, bisnis, lapangan kerja dan program sosial sambil mempertahankan pengeluaran pertahanan.

Diketahui, Uni Eropa mengadopsi paket sanksi ke-21 terhadap Rusia pada Hari Kamis, memperluas pembatasan pada sektor keuangan dan energi negara tersebut.

Langkah-langkah tersebut memperluas larangan transaksi blok tersebut ke 33 lembaga kredit dan keuangan Rusia tambahan, menargetkan platform mata uang kripto, dan memberlakukan pembatasan lebih lanjut yang bertujuan untuk mengekang pendapatan minyak Rusia.

Uni Eropa tersebut juga menangguhkan penyesuaian otomatis batas harga minyak Rusia hingga 15 Juli 2027, berupaya mencegah Moskow mendapatkan keuntungan dari gangguan pasar.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+