JAKARTA - Presiden Donald Trump dilaporkan melakukan intervensi gelaran Piala Dunia.Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino memintameninjau kembali hukuman larangan bermain akibat kartu merah yang diterima bintang sepak bola AS, Folarin Balogun.

Balogun kini dapat bermain dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia yang mempertemukan tim nasional AS (USMNT) dengan Belgia pada Selasa pagi WIB, setelah FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan akibat kartu merah kontroversial yang diterimanya.

Pada Minggu, 5 Juni, FIFA menyatakan "pelaksanaan hukuman larangan bermain tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun."

Menurut sumber-sumber dikutip ABC News, percakapan telepon antara Trump dan Infantino terjadi pada pekan lalu.

Balogun menerima kartu merah pada babak kedua pertandingan AS melawan Bosnia-Herzegovina tanggal 1 Juli, setelah kakinya berbenturan dengan kaki pemain lawan.

Akibat insiden tersebut, Balogun dikeluarkan dari pertandingan dan secara otomatis dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Saat itu, FIFA menyampaikan kepada ABC News, keputusan wasit bersifat final serta tidak dapat dibatalkan maupun diajukan banding.

FIFA menerangkan jika Balogun “melakukan pelanggaran lain yang serupa sifat dan tingkat keparahannya selama masa percobaan, penangguhan hukuman akan dicabut dan sanksi tersebut diberlakukan, tanpa mengurangi kemungkinan adanya sanksi tambahan atas pelanggaran baru tersebut."

"Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) terkejut dengan keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun—yang seharusnya menjalani skorsing—diizinkan bermain" dalam pertandingan Senin (waktus setempat , demikian bunyi pernyataan RBFA menanggapi peristiwa ini.

RBFA menyebutkan "Kode Disiplin FIFA secara jelas menetapkan kartu merah (pengusiran dari lapangan) secara otomatis mengakibatkan skorsing untuk pertandingan tim berikutnya, sebagaimana yang berlaku bagi semua kartu merah yang dikeluarkan selama Piala Dunia FIFA ini."

"Demi menjaga hak-hak sah seluruh tim peserta dan melindungi prinsip-prinsip dasar sportivitas dalam olahraga kita, baik pada Piala Dunia FIFA ini maupun pada edisi-edisi turnamen mendatang, RBFA sedang mengkaji semua opsi yang mungkin diambil," demikian pernyataan penutup RBFA.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+