JAKARTA - Nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat "resmi diselesaikan" setelah ditandatangani secara digital oleh kedua negara, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei, dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB.
"Disepakati bahwa memorandum kesepahaman Iran-AS akan ditandatangani secara digital," kata Baghaei kepada IRIB, menambahkan bahwa meskipun ada rencana tim negosiasi untuk berada di Jenewa, tidak akan ada upacara penandatanganan di Swiss, melansir CNN (18/6).
Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan upacara penandatanganan formal akan berlangsung di Swiss pada Hari Jumat dengan kehadiran Wakil Presiden AS JD Vance.
"Memorandum Iran-AS sekarang resmi diselesaikan karena kedua belah pihak telah menandatanganinya," kata Baghaei.
Menurut juru bicara kementerian, melanggar memorandum akan "menimbulkan konsekuensi yang lebih besar" setelah ditandatangani oleh kedua presiden.
Baghaei mengatakan, jika teks tersebut ditinjau kembali sekarang, tidak akan ada hal baru yang belum dibahas sebelumnya.
"Kami, kurang lebih, telah menyatakan semua poin ini sebelumnya," kata Baghaei.
Memorandum tersebut, katanya, menekankan negosiasi 60 hari akan sepenuhnya berfokus pada masalah nuklir dan pencabutan sanksi.
"Keputusan bijak Republik Islam adalah untuk tidak menegosiasikan masalah nuklir pada tahap ini," kata Baghaei kepada stasiun televisi tersebut.
"Diputuskan bahwa fokusnya harus pada pengakhiran perang, dan kami telah mencapainya," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Donald Trump secara resmi menandatangani salinan nota kesepahaman Amerika Serikat - Iran saat makan malam malam di Istana Versailles, Prancis menurut dua pejabat AS.
AS kemudian mengirimkan foto perjanjian yang telah ditandatangani kepada pihak Iran, kata salah satu pejabat tersebut.
Seorang pejabat senior Pemerintahan AS lainnya mengatakan awal pekan ini, Presiden Trump dan Wakil Presiden JD Vance sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Iran secara virtual, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menandatangani dokumen tersebut secara virtual untuk pihak Iran.
관련 항목:
Namun seorang pejabat AS mengatakan pada Hari Rabu, Presiden Trump telah menandatangani salinan fisik, dan juga menyatakan Presiden belum menandatangani secara digital sebelumnya, melainkan "menyaksikan" penandatanganan oleh Wapres Vance.
"Pada Hari Minggu, Nota Kesepahaman ditandatangani secara digital oleh Wakil Presiden Vance dan Ketua Ghalibaf dan disaksikan oleh Presiden Trump. Sekarang, telah ditandatangani oleh Presiden Trump dan Presiden (Masoud) Pezeshkian," kata pejabat tersebut.
Pejabat AS mengatakan upacara penandatanganan resmi dengan Wapres Vance masih diharapkan akan berlangsung pada Hari Jumat.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)