JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah pada hari ini, 13 Maret. Kali ini giat penindakan tersebut dikabarkan menyasar pejabat di wilayah Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, operasi senyap tersebut masih berlangsung hingga sore ini. Sehingga, pihak diamankan belum bisa dirinci.
Sementara saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengaku belum mendapat informasi terkait OTT di Cilacap ini.
"Saya belum dapat info," katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat, 13 Maret.
VOI juga sudah mencoba menghubungi Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, dan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu belum merespons.
관련 항목:
Diberitakan sebelumnya, KPK baru saja menggelar OTT di Jawa Tengah pada awal Maret. Dalam kegiatan itu, Bupati Pekalongan Fadia Rafiq ditetapkan sebagai tersangka dugaan benturan kepentingan dalam proses pengadaan barang dan jasa serta dugaan penerimaan gratifikasi.
Dalam kasus ini, Fadia lewat perusahaan milik keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya (PT RNB) diduga memonopoli proyek jasa outsourcing dan barang di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ia juga diduga menerima pemberian lain ketika menjabat.
Adapun PT Raja Nusantara Berjaya didirikan setelah Fadia menjabat atau tepatnya pada 2022 bersama suaminya, Mukhtaruddin Ashraff Abu selaku Anggota DPR RI dan Muhammad Sabiq Ashraff legislator DPRD Pemkab Lamongan yang merupakan anaknya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)