Resmikan Stasiun Tawang, Prabowo Kaitkan Kereta Api dengan Pariwisata dan Sampah

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaitkan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dengan pariwisata, kebersihan kota, dan ekonomi rakyat. Ia menilai stasiun bersejarah tidak boleh hanya dipandang sebagai bangunan tua.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan revitalisasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Kamis, 30 Juli.

Prabowo mengatakan Stasiun Tawang memiliki nilai sejarah penting. Presiden pertama RI, kata dia, pernah menggunakan stasiun itu untuk berangkat ke daerah lain dalam menjalankan tugas negara pada awal kemerdekaan.

“Menjaga dan melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya berarti menjaga dan melestarikan suatu bangunan, tetapi juga menjaga identitas, menjaga memori, dan menjaga perjalanan sejarah kita,” kata Prabowo.

Ia mengatakan bangsa besar tidak boleh melupakan sejarah. Karena itu, bangunan lama, candi, kuil, dan warisan berusia ratusan hingga ribuan tahun harus dirawat sebagai bagian dari identitas bangsa.

Namun, Prabowo tidak berhenti pada urusan sejarah. Ia menyebut revitalisasi stasiun juga berkaitan dengan pariwisata dan perputaran ekonomi.

Menurut Prabowo, pariwisata menghasilkan devisa dan menggerakkan banyak mata rantai ekonomi. Ia memberi contoh sederhana dari secangkir kopi yang diminum wisatawan asing.

“Satu wisatawan asing datang ke negara kita, minum secangkir kopi, petani kopi hidup,” ujarnya.

Prabowo mengatakan manfaat itu tidak berhenti di petani. Pengolah kopi, pelaku logistik, pengemas, penjual, restoran, dan kafe ikut bergerak. Ia memperkirakan satu wisatawan bisa menghidupkan 10 sampai 15 orang.

Karena itu, ia meminta daerah menjaga daya tarik wisata. Budaya, keindahan alam, suasana kota, dan kebersihan harus dijaga.

Prabowo menegaskan sampah menjadi prioritas. Ia meminta persoalan sampah di seluruh Indonesia diselesaikan dalam waktu satu tahun. Sungai dan kali juga harus dibersihkan.

“Semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih. Alam harus dijaga,” kata Prabowo.

Ia juga meminta pohon tidak ditebang sembarangan. Bahkan, jika perlu, Indonesia menanam ratusan juta pohon baru.

Prabowo menilai revitalisasi ratusan stasiun oleh KAI penting bagi pariwisata. Stasiun bisa menjadi pintu masuk wisata sejarah dan bagian dari wajah kota.

“Jangan dianggap sepele. Ini bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kereta api merupakan bagian penting dari pariwisata dan transformasi masa depan. Ia ingin transportasi semakin banyak berbasis listrik, sejalan dengan pengembangan energi hijau dan terbarukan.