Refal Hady Refleksi Diri Usai Perankan “Cinta Tak Pernah Tepat Waktu”
JAKARTA - Refal Hady merenungkan diri seusai berperan sebagai Daku dalam film terbarunya, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu. Dalam film Hanung Bramantyo tersebut, ia menjelma jadi seorang pria yang mengalami konflik mengenai cinta.
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu mengisahkan Daku (Refal Hady), seorang penulis yang merasakan kesulitan dalam hubungan percintaannya, terutama ketika pasangannya membahas pernikahan yang merupakan jenjang serius.
“Sebenarnya yang paling penting semua orang bisa relate karena aku ngerasa setiap orang pasti mengalami kisah hidup macam Daku ini gak menye tapi bisa jadi pelajaran mereka,” kata Refal Hady kepada VOI beberapa waktu lalu.
“Untuk bisa menentukan takdir kita jangan pernah salah ambil langkah dan pengalaman harus jadi yang penting di diri kita untuk ke depannya,” katanya.
Nadya Arina juga menambahkan film ini sangat berfokus dengan sudut pandang pria sebagai yang utama dan jarang ditampilkan dalam film romansa serupa.
관련 항목:
“Menarik dari film ini gak banyak film romansa yang ngambil point of view-nya laki-laki dan di sini dari karakter Daku. Ini film cowok banget yang melihat pengertian tapi kalau dari cewek bisa melihatnya ‘Oh kenapa cowok gue begitu’ dengan latar belakangnya,” kata Nadya Arina berperan sebagai Nadya.
“Pasti banyak yang relate terutama buat yang pacaran lama tapi gak dikasih kejelasan. Sesuatu yang sangat manusia sekali,” lanjutnya.
Selesai memerankan Daku, Refal mulai banyak bertanya mengenai konsep tepat waktu seperti apa. Ia punya jawaban sendiri mengenai cinta dan tepat waktu.
“Setiap orang memiliki pengalaman berbeda tapi buatku cinta itu bisa tepat waktu asal kita yakin dengan diri kita sendiri. Proses itu yang dibutuhkan. Tepat atau enggaknya tergantung kalian. Aku jadi balik bertanya tepat waktu itu seperti apa kapan dan apa yang harus dibuat,” kata Refal Hady.
“Istilahnya budaya kita tepat waktu itu kalau late twenties atau early thirty harus nikah atau settle down tapi buat sebagian orang enggak tapi kita sendiri belum siap jadi gak bisa compare perjalanan hidup kita sama orang lain,” kata Nadya.