Bagikan:

YOGYAKARTA - Tidak bisa bersendawa mungkin terdengar seperti hal sepele. Namun, jika Anda hampir tidak pernah bisa bersendawa sejak dulu dan sering mengalami perut kembung, suara bergemuruh dari tenggorokan, atau lebih sering buang angin, kondisi ini bisa berkaitan dengan sindrom tidak bisa bersendawa. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai retrograde cricopharyngeus dysfunction (R-CPD), yaitu gangguan pada kemampuan otot di bagian atas kerongkongan untuk mengeluarkan udara melalui sendawa.

Mengapa tubuh perlu bersendawa?

Bersendawa merupakan cara alami tubuh mengeluarkan udara yang ikut tertelan saat makan, minum, atau berbicara. Proses ini melibatkan otot berbentuk cincin di bagian atas kerongkongan yang disebut otot krikofaringeus. Saat udara perlu keluar, otot tersebut seharusnya rileks sesaat sehingga udara dapat bergerak ke mulut.

Pada orang dengan R-CPD, otot tersebut tidak dapat rileks dengan baik ketika udara hendak keluar. Akibatnya, udara yang seharusnya dikeluarkan melalui sendawa tertahan di saluran pencernaan. Kondisi inilah yang dapat memicu berbagai keluhan, terutama jika terjadi dalam jangka panjang.

Apa yang terjadi ketika tidak bisa bersendawa?

Ketika udara tidak dapat keluar melalui sendawa, tubuh tetap perlu mengeluarkannya dengan cara lain. Udara yang tertahan dapat membuat perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman, sementara sebagian udara bergerak ke saluran pencernaan bagian bawah dan akhirnya dikeluarkan sebagai kentut. Pada sebagian orang, tekanan akibat udara tersebut juga dapat terasa hingga dada atau leher.

penyebab dan gejala sindrom tidak bisa bersendawa atau retrograde cricopharyngeus dysfunction
Ilustrasi penyebab dan gejala sindrom tidak bisa bersendawa atau retrograde cricopharyngeus dysfunction (Freepik/magnific)

Salah satu tanda yang cukup khas adalah munculnya suara bergemuruh atau bunyi seperti gurgling dari tenggorokan dan dada. Suara tersebut dapat terjadi ketika udara berusaha bergerak di saluran pencernaan bagian atas tetapi tidak bisa keluar melalui sendawa. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan, bahkan membuat seseorang merasa tidak percaya diri ketika berada di sekitar orang lain.

Kenali gejala sindrom tidak bisa bersendawa

Salah satu ciri utama sindrom tidak bisa bersendawa adalah ketidakmampuan bersendawa yang berlangsung lama, bahkan sejak masa kanak-kanak atau remaja. Kondisi ini dapat disertai perut kembung, suara aneh dari tenggorokan, rasa penuh di perut, serta frekuensi buang angin yang lebih banyak. Keluhan biasanya semakin terasa setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang membuat lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan.

Karena kondisi ini belum lama banyak dikenali, sebagian orang mungkin sebelumnya mengira keluhannya berkaitan dengan gangguan pencernaan lain. Padahal, R-CPD berhubungan dengan gangguan fungsi otot krikofaringeus saat udara perlu dikeluarkan ke atas. Jika Anda benar-benar tidak pernah bisa bersendawa dan mengalami keluhan yang menetap, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Bagaimana sindrom ini ditangani?

Menurut ColumbiaDoctors, Senin, 3 Agustus, sindrom tidak bisa bersendawa tidak selalu dapat diatasi hanya dengan mengubah pola makan atau kebiasaan sehari-hari. Salah satu penanganan yang dapat digunakan adalah penyuntikan toksin botulinum atau Botox ke otot krikofaringeus. Tindakan ini bertujuan membuat otot lebih rileks sehingga udara dapat keluar melalui sendawa.

Penanganan tersebut perlu dilakukan oleh dokter yang memahami R-CPD karena tidak semua orang yang sulit bersendawa mengalami kondisi yang sama. Oleh karena itu, konsultasi dokter penting dilakukan. Sebab, dokter akan menentukan pilihan penanganan berdasarkan kondisi dan keluhan masing-masing pasien.

Pada akhirnya,tidak bisa bersendawa bukan selalu sekadar kebiasaan tubuh yang berbeda. Jika Anda hampir tidak pernah bisa bersendawa dan mengalami kembung, suara bergemuruh di tenggorokan, atau lebih sering buang angin, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Sindrom tidak bisa bersendawa atau R-CPD dapat menjadi salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa oleh dokter, terutama jika keluhannya menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+