YOGYAKARTA - Banyak orang bertanya-tanya mengapa seseorang sulit melepaskan diri dari pasangan yang toksik. Jawabannya sering kali berkaitan dengan pemahaman tentang apa itu bond relationship yang terbentuk melalui trauma atau trauma bonding.
Trauma bonding bukan sekadar cinta biasa, melainkan keterikatan emosional mendalam dengan orang yang menyakiti Anda.
Hubungan semacam ini menciptakan ketergantungan psikologis yang membuat korbannya merasa terjebak dalam siklus yang sangat melelahkan.
Mengetahui Apa Itu Bond Relationship dan Tanda-Tandanya
Jenna Ryu, penulis dari SELF Magazine menjelaskan jika salah satu ciri utama dari hubungan ini adalah adanya siklus emosi yang naik turun secara ekstrem.
Anda mungkin merasakan kebahagiaan luar biasa di satu waktu, namun seketika jatuh dalam kesedihan yang sangat dalam.
Kondisi ini diperparah dengan kecenderungan Anda untuk menyalahkan diri sendiri atas perilaku buruk pasangan. Anda merasa harus memperbaiki diri agar pasangan kembali bersikap manis, padahal perilaku mereka bukanlah tanggung jawab Anda.
Selain itu, Anda mungkin mulai mengisolasi diri dari teman atau keluarga demi melindungi citra hubungan tersebut. Rasa takut akan penghakiman orang lain membuat Anda menanggung beban sendirian dan semakin kehilangan jati diri.
Baca juga: Mengenal Tren Looksmaxxing yang Viral, Awas Bisa Picu Gangguan Kesehatan Mental
BACA JUGA:
Mengapa Hubungan Ini Terasa Sangat Kuat?
Secara psikologis, manusia memang diprogram untuk mencari rasa aman pada figur terdekatnya. Masalah muncul ketika orang yang seharusnya memberikan perlindungan justru menjadi sumber rasa sakit dan trauma bagi Anda.
Hal ini menciptakan efek push-pull yang membuat Anda merasa sangat mencintai sekaligus membenci mereka. Dorongan biologis untuk tetap terikat inilah yang membuat keputusan untuk pergi terasa sangat mustahil dilakukan.
Cara Memutuskan Rantai Hubungan Toksik
Langkah pertama untuk sembuh adalah mengakui secara objektif bahwa hubungan ini didasari oleh trauma, bukan cinta. Membedakan kedua hal tersebut akan membantu Anda melihat kenyataan dengan lebih jernih dan tenang.
Cobalah untuk mulai mencatat setiap tindakan buruk pasangan secara rutin dalam sebuah jurnal pribadi. Catatan ini berfungsi sebagai pengingat saat Anda mulai tergoda untuk meromantisasi kenangan indah yang sebenarnya hanya manipulasi.
Sangat penting bagi Anda untuk mencari dukungan dari orang terpercaya atau psikolog profesional. Memiliki sudut pandang orang ketiga akan membantu Anda menyusun strategi keluar yang lebih aman dan terukur secara bertahap.
Fokuslah pada aktivitas yang bisa mengembalikan rasa percaya diri dan kemandirian Anda kembali. Selain itu, mulailah membangun batasan yang tegas dan kurangi kontak dengan pasangan secara perlahan demi kesehatan mental Anda sendiri.
Menyadari secara jujur mengenai apa itu bond relationship yang didasari trauma adalah langkah krusial untuk meraih kebebasan mental. Anda berhak mendapatkan hubungan yang sehat tanpa harus merasa takut atau rendah diri di hadapan pasangan.
Silakan kunjungi laman utama VOI untuk mendapatkan informasi mendalam lainnya seputar kesehatan mental dan gaya hidup yang bermanfaat bagi perjalanan pemulihan Anda.