JAKARTA - Amerika Serikat saat ini menghadapi perningkatan kasus infeksi bakteri yang dijuluki sebagai “nightmare bacteria”. Ini merupakan infeksi akibat bakteri yang kebal terhadap banyak jenis antibiotik.
Peningkatan infeksi “nightmare bacteria” hampir 70 persen di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). “Nightmare bacteria” tersebut merupakan kumpulan bakteri dengan gen NDM, senyawa yang melindungi mereka sehingga kebal dengan antibiotik.
“Makhluk-makhluk ini benar-benar jahat,” tutur ahli mikrobiologi di Medical University of South Carolina, Michael Schmidt, Ph.D, dikutip dari Musc Edu, pada Jumat, 3 Oktober 2025.
NDM merupakan singkatan dari New Delhi metallo-beta-lactamase. Nama lengkapnya adalah Enterobacterales resisten karbapenem penghasil NDM (NDM-CRE). Bakteri ini sangat berbahaya karena sifat resistensinya terhadap antibiotik.
Dengan demikian penanganannnya sangat sulit dilakukan. Padahal, bakteri tersebut bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada tubuh yang terinfeksi, bahkan bisa berakibat kematian.
“Mereka dapat menyebabkan segalanya, mulai dari pneumonia hingga infeksi aliran darah, yang akan dikenal sebagai sepsis atau infeksi darah, infeksi luka, hingga infeksi saluran kemih, yang bisa berakhir kematian,” tuturnya.
BACA JUGA:
Selain menantang untuk diobati, “nightmare bacteria” juga memiliki potensi penyebaran yang sangat cepat. Peningkatan kasusnya yang tajam di Amerika Serikat membuat kekhawatiran global, terlebih penyebarannya umumnya terjadi di fasilitas kesehatan.
Penyebaran bakteri ini di ruma sakit biasanya terjadi pada pasien yang kritis atau memiliki alat medis invasif seperti kateter. Kemudian penggunaan antibiotik yang berlebihan di pertanian yang juga berperan dalam meningkatkan resistensi antibiotik.
Oleh karena itu, sangat diperlukan pencegahan dan penanganan yang cepat untuk mengatasi “nightmare bacteria”. Beberapa tindakan pencegahan dan penanganan yang dilakukan adalah sebagai berikut.
- Pengidentifikasian dan pengisolasian bakteri dengan cepat, untuk mencegah terjadinya penyebaran.
- Penerapan kebersihan tangan yang ketat.
- Penggunaan antibiotik yang sesuai dengan resep dokter.
- Diagnosis dini dan strategi pengobatan berlapis di fasilitas keseatan.
- Untuk individu penting untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tidak meminta antibiotik berlebih dan menggunakannya sesuai petunjuk dokter.