Bagikan:

JAKARTA - Stres bisa saja melanda setiap orang. Kondisi ini bisa membaik seiring berjalannya waktu, tetapi ada juga yang tidak membaik yang jika semakin dibiarkan bisa mengganggu kesehatan mental dan fisik.

Menurut psikiater sekaligus pakar kesehatan mental, dr. Jessi Gold, konsultasi ke psikolog untuk atasi stres bisa kapan saja dan dalam tingkat kerparahan apa pun. Ini karena terapi bukan hanya untuk mereka yang sudah berada di titik terendah atau stres berat.

“Sebenarnya setiap orang bisa mendapatkan manfaat dari terapi. Tidak ada waktu yang salah untuk meminta bantuan,” kata Jessi dikutip dari Self Magazine, pada Sabtu, 20 September 2025.

Meski demikian, ada tanda stres yang sebaiknya dikonsultasikan ke psikolog. Jika stres tersebut sudah disertai dengan keseringan marah, menangis, atau tersinggung karena hal kecil, maka ini menjadi tanda bahwa kesehatan mental sedang terganggu

“Perhatikan bagaimana reaksi Anda terhadap stres sehari-hari. Jika biasanya bisa mengendalikan diri tetapi kini sudah meledak, itu sinyal ada sesuatu yang berubah dalam kesehatan mental,” kata terapis klinis Maia Wise.

Kemudian tanda lainnya adalah Anda merasa berat untuk bangun pagi, pekerjaan menumpuk dan tak kunjung terselesaikan, hingga aktivitas sederhana seperti makan atau bersih rumah menjadi sangat terbebani.

“Jika biasanya Anda bisa menyelesaikan tugas dengan baik, tetapi sekarnag rasanya seperti menanggung beban berton-ton batu bara, itu tanda diri Anda berfungsi berbeda dari biasanya,” jelas psikolog Riana Elyse Anderson.

Stres yang sudah parah juga ditandai dengan perasaan kehilangan arah hidup, terjebak dalam pola hidup buruk seperti makan tidak sehat, kecanduan belanja, hingga perasaan kewalahan dan lelah terus menerus.

Jika sudah mengalami tanda-tanda tersebut saat stres melanda, itu berarti sudah waktunya Anda memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan psikolog untuk mengatasinya.

“Terapi membantu mengeksplorasi dan memproses dampak emosional, sehingga seseorang bisa memahami respons emosionalnya dan belajar menghadapi pemicu dengan lebih sehat,” pungkasnya.