JAKARTA - Belum lama ini, keluarga Kerajaan Thailand mengeluarkan pernyataan langka mengenai kondisi kesehatan putri Bajrakitiyabha Mahidol, anak sulung dari Raja Maha Vajiralongkorn.
Wanita yang dikenal dengan nama Putri Bha ini telah menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma sejak Desember 2022 setelah mengalami kolaps akibat gangguan jantung. Putri Bha kini sudah berusia 45 tahun.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pekan lalu, pihak kerajaan mengungkapkan tim medis dari Rumah Sakit Palang Merah Chulalongkorn di Bangkok mendeteksi infeksi berat dalam aliran darah sang putri. Hal ini membuat dokter harus memberikan antibiotik serta obat-obatan untuk menstabilkan tekanan darah.
“Para dokter melaporkan bahwa paru-paru dan ginjal Sang Putri berfungsi dengan bantuan alat medis dan pengobatan,” demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari laman People.
Menurut laporan majalah Hello!, perawatan intensif yang dijalani Putri Bha saat ini mencakup pemberian antibiotik spektrum luas serta sesi cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjalnya yang menurun.
Selama hampir tiga tahun sejak sang putri dirawat, keluarga kerajaan Thailand menjaga ketat privasi mengenai kondisinya, dan baru merilis empat pernyataan resmi selama periode tersebut.
Putri Bha adalah anak perempuan tertua Raja Vajiralongkorn (71 tahun) dan satu-satunya anak dari istri pertamanya, Soamsawali Kitiyakara.
BACA JUGA:
Sebelum jatuh sakit, ia memiliki latar belakang akademis yang kuat, dengan gelar hukum dan hubungan internasional dari Thailand maupun Amerika Serikat. Ia juga pernah bekerja untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menjabat sebagai duta besar Thailand untuk Austria.
Di luar tugas diplomatiknya, Putri Bha dikenal karena advokasinya terhadap perlakuan yang lebih baik bagi perempuan yang dipenjara, baik di Thailand maupun di dunia internasional.
Usahanya berkontribusi pada lahirnya Bangkok Rules, yang secara resmi dikenal sebagai United Nations Rules for the Treatment of Women Prisoners and Non-custodial Measures for Women Offenders, yang diadopsi PBB pada tahun 2010.
Sampai saat ini, Raja Vajiralongkorn, yang dikenal sebagai Rama X, belum secara resmi mengumumkan siapa penggantinya di takhta kerajaan. Sebelum sakit, Putri Bha dianggap sebagai kandidat kuat, meskipun secara tradisi, pewaris laki-laki lebih diutamakan dalam monarki Thailand.
Sang Raja memiliki lima anak dari istri keduanya, Yuvadhida Polpraserth. Namun setelah perceraian, Yuvadhida dan anak-anaknya melarikan diri ke Inggris dan kemudian ke Amerika Serikat.
Mereka dilaporkan diasingkan dari Thailand, meskipun putra kedua mereka, Vacharaesorn Vivacharawongse, kembali ke Thailand pada 2023, yang memicu spekulasi tentang kemungkinan perubahan dalam suksesi takhta.
Putri lainnya, Sirivannavari Nariratana (38 tahun), kini telah kembali tinggal bersama keluarga kerajaan. Untuk saat ini, banyak yang memperkirakan bahwa anak bungsu Raja, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti (20 tahun), kemungkinan besar akan menjadi penerus takhta. Ia adalah anak dari pernikahan Raja dengan istri ketiganya, Srirasmi Suwadee.