Bagikan:

JAKARTA - Cek kesehatan gratis yang digelar di berbagai wilayah Indonesia mulai menunjukkan dampak positif. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, program ini juga mengungkap sejumlah penyakit yang paling sering ditemukan saat pemeriksaan berlangsung.

Ketua Umum GAKESLAB Indonesia, Rd. Kartono Dwidjosewojo, menyebut bahwa tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu penyakit yang paling sering terdeteksi dalam layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Kalau saat ini kan yang sudah dikatakan bahwa TBC ya kita nomor satu ya. Diharapkan dengan adanya pemeriksaan gratis nantinya itu dapat menurunkan penyakit-penyakit tersebut,” ujarnya, saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada Rabu,6 Agustus 2025.

Selain TBC, diabetes juga menjadi sorotan. Kadar gula darah tinggi kerap ditemukan saat pemeriksaan berlangsung, baik pada orang yang sudah menyadari kondisinya maupun yang belum.

“Selain itu, diabetes ya tentunya ya, kita tahu bahwa gula darah itu banyak yang terkena,” tambah Kartono.

Ia juga menambahkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berdampak pada naiknya permintaan alat kesehatan, terutama peralatan sekali pakai (CKG).

“Dengan adanya pemeriksaan tersebut, tentunya banyak sekali permintaan, terutama CKG atau barang sekali pakai. Kami bahagia masyarakat kini sudah mulai aktif cek kesehatan berkat bantuan pemerintah, yang saat ini kita tahu pemerintah tidak selalu memberikan kebaikan preventif,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Farmasi dan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Lucia Rizka Andalucia, juga menekankan pentingnya pola hidup sehat dan rutin memeriksa kesehatan sebagai langkah preventif.

“Ada satu filosofi baik sama-sama cermati kita semua menuju bagaimana hidup kita sehat. Bagaimana hidup fit menjadi olahraga, konsumsi makanan sehat, sampai tua tetap sehat. Selain olahraga, makan sehat, selalu cek kesehatan,” tuturnya.

Dr. Lucia juga menyinggung visi besar pemerintah dalam memperluas akses dan kualitas layanan kesehatan nasional, termasuk penyediaan alat kesehatan bermutu hingga ke daerah pedalaman.

“Masifnya cek kesehatan gratis butuh alat kesehatan bermutu dan tersebar seluruh Indonesia menikmatinya. Daerah pedalaman juga mendapatkan kesempatan,” jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan akan alat kesehatan akan terus meningkat seiring target pemerintah untuk menjangkau hingga 50 juta orang melalui program pemeriksaan kesehatan gratis. Saat ini, capaian masih di angka 16 juta.

“Kita semua mendengar presiden bicara 3 bidang kesehatan: tingkat kesehatan, skrining kesehatan, dan kapasitas rumah sakit, terutama di daerah. Erat hubungannya dengan bisnis asosiasi di bidang kesehatan,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri, Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 akan digelar pada 6 hingga 8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Pameran ini menjadi wadah strategis untuk menampilkan inovasi alat kesehatan terbaru dan menjalin kerja sama lintas sektor.

Lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara telah memastikan partisipasinya, termasuk dari China, Jepang, Jerman, India, Mesir, dan Amerika Serikat. Targetnya, pameran ini akan menarik lebih dari 15 ribu pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menegaskan pentingnya pameran ini dalam mendorong pertumbuhan industri alat kesehatan nasional.

“Kami bangga dapat kembali menghadirkan Indohealthcare GAKESLAB Expo sebagai platform penting bagi pelaku industri kesehatan untuk saling terhubung, bertukar pengetahuan, dan menjajaki peluang bisnis baru. Melalui pameran ini, kami berharap dapat memperkuat posisi Indonesia di peta industri kesehatan global." ucap Daud.

Pameran ini juga menjadi simbol nyata dukungan terhadap transformasi sistem kesehatan nasional sekaligus mendorong kemandirian industri alat kesehatan dalam negeri, terutama di masa transisi global yang penuh ketidakpastian.