YOGYAKARTA – Pegulat ikonik, Hulk Hogan meninggal dunia di usia 71 tahun pada 24 Juli 2025 di Florida, Amerika Serikat. Sebelum berpulang, riwayat sakit Hulk Hogan sempat disorot, di mana dia menjalani 25 kali operasi dalam 10 tahun terakhir.
Akan tetapi, Hogan meninggal bukan karena operasi. Berdasarkan informasi yang disampaikan meninggal, penyebab kematiannya adalah henti jantung.
“Ada permintaan untuk bantuan henti jantung (cardiac arrest). Seorang warga berusa 71 tahun, Hulk Hogan, dirawat oleh kru pemadan kebakaran dan penyelamatan Clear water sebelum dibawa oleh Sunstar ke Rumah Sakit Morton Plant,” ungkap polisi dalam sebuah pernyataan, disadur dari laman News, Jumat, 25 Juli 2025.
Riwayat Sakit Hulk Hogan
Dikutip dari laman Today, Hulk Hogan sempat membagikan kondisi kesehatannya dalam podcast IMPAULSIVE pada semptember lalu. Kala itu, dia bilang bahwa dirinya sudah menjalani sekitar 25 operasi dengan sepuluh di antaranya merupakan operasi punggung.
“Saya sudah menjalani sekitar 25 operasi dalam 10 tahun terakhir. Sepuluh di antaranya merupakan operasi punggung,” ujar Hogan.
“Tidak ada yang bilang kalau gimmick ini palsu. Saya telah menjalani sepulih operasi punggung, mengganti kedua lutut dan pinggul, bahu-semuanya,” sambung Hogan.
Kabar ini juga dikonfirmasi oleh putri Hogan, Brooke Hogan. Ia mengatakan bahwa dalam 10 tahun antara 2011 hingga 2021, sang ayah menjalani sekitar 25 operasi, termasuk operasi penggantian lutut, bahu, punggung, dan pinggul. Angka sebenarnya kemungkinan mendekati 30 kali operasi.
Cedera dan prosedur operasi yang dijalani Hogan membuatnya kesulitan berjalan pada waktu-waktu tertentu. Akan tetapi, ini menjadi ‘harga’ yang harus dibayar oleh Hogan setelah ia menekuni dunia gulat kurang lebih selama 40 tahun.
Pada Mei 2025, penampilan publik Hogan sempat membuat penggemar khawator. Usai tampil di acara Fox & Friend untuk mempromosikan liga gulat barunya, tak sedikit penggemar yang menyadi ikon WWE ini tampak “tidak sehat”.
Tak lama setelah itu, terdengar kabar bahwa Hogan dilarikan ke rumah sakit karena masalah pada leher dan keluarga.
Perwakilan Hogan menyebut bahwa sang legenda WWE menjalani operasi kecil pada bagian tulang leher (cervival fusion surgery).
Kepada E! News, juru bicara Hogan mengonformasi bahwa prosedur operasi yang dilakukan sang legenda WWE berjalan dengan lancar.
“Memang berhasil,” ucap pihak Hogan.
Rumor tentang kematian Hulk Hogan pertama kali muncul pada Juni 2025, setelah acara radio Bubba the Love Sponge mendengar desas-desur terkait orang-orang terdekat Hogan yang akan menemani Hogan di sisinya untuk memberikan salam perpisahan terakhir.
“Konon, Hogan sedang dirawat di rumah sakit, dan saya dengar orang-orang bilang dia mungkin tidak akan selamat,” ujar si pembawa acara.
Rumor tersebut kemudian disangkal oleh perwakilan dari pihak Hogan melalui sebuah pernyataan kepada E! News.
Tiga hari sebelum Hogan berpulang, radio Bubba kembali membahs kesehatan Hogan. Pembawa acara radio dan salah rekannya, Lummy, mengatakan bahwa eks manajer Hogan, Jimmy Hart dan seorang petugas keamanan mengonfirmasi bahwa Hogan dalam kondisi sekarat.
Mereka menyampaikan bahwa Hogan telah dibawa dengan ambulans tanpa tanda dan dalam kondisi tidak dapat berbicara. Penyiar radio Bubba mengetahui komplikasi tersebut dialami Hogan setelah menjalani operasi leher dan punggung.
Dua hari sebelum kematian Hogan, Hart membagikan sebuah cuitan di X. Ia menyatakan bahwa Hogan sudah “melakukan hal yang fenomenal.”
Belakangan, tersiar kabar bahwa penyebab kematian Hogan karena mengalami cardiac arrest alias jantung.
Demikian informasi tentang riwayat penyakit Hulk Hogan. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.