YOGYAKARTA - Sudah berabad-abad manjakani sering dipercaya untuk kesehatan wanita. Tapi tahukah Anda efek samping manjakani untuk rahim? Penting untuk memahami risikonya.
Sebelum menggunakan manjakani, kenali dampaknya pada rahim. Artikel ini akan membahas efek samping yang perlu Anda waspadai demi kesehatan Anda.
Apa Itu Manjakani? Bukan Sekadar Herbal Biasa
Mungkin Anda sering mendengar nama manjakani, terutama dalam dunia pengobatan tradisional atau produk kewanitaan. Tapi, tahukah Anda sebenarnya apa itu manjakani?
Dilansir dari laman ayurtimes secara ilmiah, manjakani dikenal sebagai Quercus infectoria. Ia punya banyak nama lain, seperti Gall Tree, Gall Oak, Masikai, Magic Nut, atau Aleppo Oak.
Kemudian dalam pengobatan Ayurveda, manjakani adalah tanaman obat yang sangat penting karena sifatnya yang mengikat (astringen).
Manfaat manjakani beragam, mulai dari membantu mengatasi diare, keputihan, rahim turun (prolaps uteri), wasir (prolaps rektum), irritable bowel syndrome (IBS), hingga mengencangkan jaringan tubuh yang kendur. Jadi, untuk tujuan pengobatan, manjakani atau sering juga disebut Majuphal, memang sangat diandalkan.
Baca juga artikel yang membahas Daftar Makanan untuk Mencegah Penyakit Demensia
Bukan Buah, Manjakani adalah Respons Pohon Terhadap Serangga
Nah, ini bagian yang paling menarik dan sering disalahpahami. Tahukah Anda jika manjakani itu bukan buah pohon? Manjakani sebenarnya adalah jaringan abnormal yang terbentuk pada pohon ek (keluarga Quercus). Jaringan ini muncul karena "ulah" tawon empedu (gall wasps), atau yang juga dikenal sebagai lalat gall midge atau tawon cynipid.
Bagaimana prosesnya? Tawon empedu ini akan menyengat daun muda atau jaringan tanaman lain dan meletakkan telurnya di sana. Meskipun proses pembentukan "gall" atau benjolan ini belum sepenuhnya dipahami, kita tahu bahwa tanaman merespons keberadaan larva tawon. Terjadilah reaksi biokimia antara jaringan tanaman dan larva tawon tersebut.
Akibatnya, terbentuklah jaringan keras berbentuk bulat yang tidak normal. Inilah yang kita kenal sebagai manjakani atau Oak Gall. Proses pembentukannya bisa memakan waktu beberapa bulan. Jadi, manjakani yang kita gunakan itu sebenarnya adalah respons pertahanan dari pohon ek terhadap serangan serangga!
Mengandung Logam Berat, Begini Efek Samping Manjakani untuk Rahim
Sebuah penelitian menarik dari UCSI University yang dilakukan oleh Asisten Profesor Dr. Eugenie Tan Sin Sing dan Asisten Profesor Dr. Normina Ahmad Bustami mengupas tuntas tentang penggunaan manjakani.
Studi bertajuk "The Consumption of Manjakani During Pregnancy and Confinement among Mothers in Malaysia" ini menyoroti kebiasaan konsumsi manjakani di kalangan ibu hamil dan nifas.
Penelitian Dr. Eugenie melibatkan para wanita Melayu di Kuala Lumpur yang mengonsumsi manjakani selama kehamilan dan 100 hari masa nifas. Hasil studi ini memberikan gambaran tentang bagaimana herbal tradisional ini digunakan dan potensi dampaknya.
Namun, ada satu hal penting yang perlu dicermati, yaitu risiko kesehatan bisa meningkat jika seorang ibu mengonsumsi lebih dari satu jenis herbal.
Dr. Eugenie menjelaskan, herbal yang umum dikonsumsi seperti manjakani dan kacip Fatimah terbukti mengandung logam berat. Semakin lama durasi konsumsi herbal, semakin tinggi paparan tubuh terhadap logam berat ini.
Perlu diketahui konsumsi herbal dengan logam berat sangat mengkhawatirkan karena toksisitas logam berat dapat menumpuk dalam tubuh seseorang, berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
Oleh karena itu, Dr. Eugenie sangat menganjurkan agar semua ibu yang ingin mengonsumsi herbal untuk memastikan herbal tersebut sudah terdaftar di lembaga yang berwenang.
BACA JUGA:
Selain efek samping manjakani untuk rahim, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!