JAKARTA - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa pria umumnya lebih tinggi daripada wanita? Rata-rata, pria lebih tinggi sekitar 13 sentimeter dari wanita. Perbedaan ini konsisten di seluruh dunia dan telah lama menjadi perhatian para ilmuwan.
Meski belum ada jawaban yang pasti, penelitian menunjukkan kombinasi antara genetik, hormon, dan faktor lingkungan menjadi penyebab utamanya. Ini alasan rata-rata pria lebih tinggi dari wanita, seperti dilansir dari laman Live Science pada Sabtu, 12 Juli 2025.
1. Peran Genetika
Tinggi badan sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Setiap orang mewarisi kombinasi gen dari kedua orang tuanya dan gen ini menentukan banyak hal, termasuk tinggi badan.
Penelitian menunjukkan sekitar 80 persen variasi tinggi badan disebabkan oleh genetika, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Salah satu gen yang diketahui berperan penting dalam menentukan tinggi adalah gen SHOX, yang terdapat di kedua kromosom seks, yakni X dan Y.
Pria (kromosom XY) cenderung memiliki dua salinan gen SHOX yang aktif. Sementara wanita (kromosom XX) hanya memiliki satu salinan aktif karena salah satu kromosom X biasanya tidak aktif. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa pria lebih tinggi dari wanita.
BACA JUGA:
Selain itu, penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa variasi jumlah kromosom seks dapat memengaruhi tinggi badan. Mereka yang memiliki kromosom Y tambahan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang memiliki kromosom X tambahan.
2. Pengaruh Hormon
Selain genetik, hormon juga berperan besar dalam pertumbuhan tubuh, terutama selama masa pubertas. Beberapa hormon utama yang terlibat antara lain:
- Hormon pertumbuhan (dari kelenjar pituitari) yang merangsang pertumbuhan tulang dan otot.
- IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1) yang membantu kerja hormon pertumbuhan.
- Testosteron yang diproduksi lebih banyak oleh pria, mendorong pertumbuhan tulang dan massa otot.
- Estrogen yang diproduksi oleh pria dan wanita, berperan penting dalam pertumbuhan tulang panjang.
Menariknya, estrogen justru memiliki dua peran. Di awal pubertas, hormon ini membantu memperpanjang tulang dan mendorong pertumbuhan tinggi. Namun, saat kadarnya meningkat, estrogen justru menyebabkan tulang menyatu dan pertumbuhan tinggi berhenti.
Karena perempuan mengalami lonjakan estrogen lebih cepat daripada laki-laki, pertumbuhan tinggi mereka berhenti lebih awal. Hal ini menjadi salah satu alasan pria tumbuh lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
3. Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup
Meski gen dan hormon memegang peranan besar, faktor lingkungan juga tidak kalah penting. Asupan gizi yang baik, kesehatan secara keseluruhan, dan lingkungan tempat tinggal dapat memengaruhi pertumbuhan.
Misalnya, anak-anak yang mendapatkan nutrisi yang cukup, terutama protein, kalsium, dan vitamin D cenderung tumbuh lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengalami kekurangan gizi.