Bagikan:

YOGYAKARTA – Keraguan dan merasa tidak nyaman dengan diri sendiri dalam konteks seksual, banyak dialami pasangan menikah. Hal ini berkaitan erat dengan apa yang disebut sexual self-esteem, atau harga diri dalam kehidupan seksual. Istilah ini mengacu pada sejauh mana seseorang merasa positif, nyaman, dan percaya diri dengan diri mereka sebagai individu yang aktif secara seksual.

Sexual self-esteem mencakup cara kita memandang tubuh kita, merespons keinginan seksual, hingga seberapa bebas kita mengekspresikan diri dalam hubungan. Melansir Psychology Today, Senin, 7 Juli, sexual self-esteem tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman seksual, tetapi juga oleh faktor lain seperti jenis kelamin, hubungan sosial, pengalaman masa lalu, hingga kondisi mental dan fisik.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berada dalam hubungan jangka panjang cenderung memiliki sexual self-esteem yang lebih tinggi. Hal ini mungkin karena adanya rasa aman dan kenyamanan dalam mengekspresikan diri secara seksual.

sexual self-esteem kunci percaya diri dalam kehidupan seksual yang sehat
Ilustrasi sexual self-esteem kunci percaya diri dalam kehidupan seksual yang sehat (Freepik)

Namun, menariknya, banyak juga orang lajang yang justru menunjukkan tingkat kepercayaan diri seksual yang tinggi. Terutama mereka yang menerima diri dan memiliki pandangan positif terhadap seksualitasnya tanpa bergantung pada validasi pasangan.

Dalam studi yang dipublikasikan oleh Roshan Chesli dan tim peneliti di jurnal Psicologia: Reflexão e Crítica diterbitkan tahun 2024, ditemukan bahwa sexual self-esteem memiliki hubungan kuat dengan fungsi seksual pada wanita. Penelitian ini melibatkan lebih dari 500 wanita usia reproduktif dan mengamati keterkaitan antara sexual self-esteem, hasrat seksual, dan komunikasi asertif dalam kehidupan seksual.

Hasilnya cukup jelas, menunjukkan bahwa semakin tinggi sexual self-esteem seseorang, semakin baik pula fungsi seksual mereka. Mulai dari gairah, pelumasan, orgasme, hingga kepuasan seksual. Artinya, perasaan positif terhadap diri sendiri secara seksual bukan hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga pada kualitas kehidupan seksual secara keseluruhan.

Sexual self-esteem tidak hanya soal performa atau keahlian di ranjang, tetapi juga mencakup hak atas rasa aman, martabat, dan ekspresi diri. Seseorang yang memiliki self-esteem seksual yang sehat cenderung:

  • Lebih mampu menetapkan batasan dalam hubungan
  • Tidak merasa malu atau bersalah terhadap kebutuhan seksual
  • Lebih mudah membangun keintiman emosional dan fisik dengan pasangannya
  • Memiliki pandangan yang lebih positif terhadap tubuh mereka

Untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam aspek seksual, atau sexual self-esteem, bisa dimulai dengan mengenali tubuh dengan baik tanpa menghakimi bentuk atau fungsinya. Selanjutnya, kepercayaan diri dalam aspek seksual dibangun lewat komunikasi kebutuhan dan batasan seksual dalam hubungan Anda dengan pasangan Anda. Penting juga berlatih berwelas asih pada diri sendiri, atau self-compassion, dengan tidak membandingkan diri dengan standar atau ekspektasi orang lain.

Selanjutnya, membangun sexual self-esteem bisa dengan fokus pada kenyamanan pribadi serta dapatkan edukasi seksual yang sehat, termasuk aspek emosional dan psikologis. Perlu dipahami, sexual self-esteem adalah bagian penting dari kesehatan mental dan emosional. Artinya, dengan ini kita bisa membangun hubungan yang sehat dengan tubuh dan seksualitas kita sendiri untuk meningkatkan kualitas kehidupan seksual dengan pasangan serta memperkuat rasa percaya diri dan kebahagiaan secara umum.