シェア:

JAKARTA - Otoritas Yunani telah menangkap seorang pria berusia 38 tahun dalam operasi besar-besaran Europol yang berusaha membongkar kejahatan dunia maya internasional. 

Europol menyatakan bahwa operasi terbaru yang disebut “Operasi Endgame” ini menargetkan tiga ancaman utama, yakni pencuri informasi Rhadamanthys, Trojan Akses Jarak Jauh VenomRAT, dan botnet Elysium. 

Pria yang ditangkap di Athena pada 3 November berdasarkan surat perintah penangkapan Eropa yang diterbitkan oleh Prancis, itu merupakan warga negara Albania. Ia diduga sebagai pencipta dan penjual VenomRAT sejak 2020. 

Melansir Reuters, pelaku utama di balik malware tersebut memiliki akses ke lebih dari 100.000 dompet kripto milik para korban, dengan potensi nilai mencapai jutaan euro. 

“Tersangka utama di balik pencuri informasi ini memiliki akses ke lebih dari 100.000 dompet kripto milik para korban ini, yang berpotensi bernilai jutaan euro," kata Europol. 

Tidak hanya itu, operasi global tersebut juga berhasil mematikan atau mengganggu akses sekitar 1.025 server, sementara 20 domain juga telah disita oleh otoritas.

Kepolisian Yunani menjelaskan bahwa VenomRAT dirancang untuk mencuri informasi sensitif melalui keylogging, akses kamera web jarak jauh, infiltrasi teks, hingga peretasan dompet kripto. Malware ini dijual dengan harga 150 euro per bulan hingga 1.550 euro per tahun. 

Dalam penggeledahan di kediaman tersangka, polisi menemukan beberapa versi kode sumber malware, bukti pengelolaan situs web yang mempromosikan malware, email mencurigakan, serta akun mata uang kripto. 

Barang bukti lain yang disita meliputi tujuh hard drive, tiga USB, dan dompet digital berisi 140.424 dolar AS dalam aset kripto. 


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)