シェア:

JAKARTA - Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel tengah membahas perbedaan di antara kedua negara terkait mekanisme dan jadwal pelaksanaan rencana untuk Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu, 9 Agustus, mengumumkan Israel menolak rencana 15 poin Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Jalur Gaza dan militer Israel, Israel Defense Forces (IDF) tidak akan meninggalkan wilayah tersebut hingga kelompok Palestina Hamas dilucuti sepenuhnya.

Sedangkan Hamas menginginkan militer Israel lebih dulu ditarik dari Gaza sebelum melucuti senjata. Beda konsep ini yang bakal dibahas lebih lanjut.

Menurut The New York Times, para pejabat Hamas meyakini Israel masih bekerja sama dengan Dewan Perdamaiandi Gaza.

“Kepala Otoritas Netanyahu memiliki persoalan dengan beberapa tahapan dalam urutan ini. Ini menyangkut urutan dan waktu pelaksanaan,” kata Waltz kepada Fox News, Senin, 10 Agustus.

“Kami memiliki tujuan yang sama. Kami sedang membahas sejumlah perincian, dan terkadang, Anda tahu, bahkan teman, keluarga, sepupu, dan sekutu pun memiliki perbedaan pendapat. Saat ini, kami memiliki perbedaan pendapat mengenai beberapa perincian dan waktu pelaksanaannya," sambungnya dilansir ANTARA dari Sputnik.

Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye, sepakat melaksanakan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Pada hari berikutnya, gencatan senjata mulai berlaku di Gaza.Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel akan mundur ke garis yang disebut "Garis Kuning", namun hingga kini masih tetap menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+