シェア:

JAKARTA - Militer Israel mengklaim akan mematuhi perjanjian gencatan senjata di Gaza, setelah serangan udara di Gaza menewaskan 104 orang.

Israel yang melancarkan serangan udara di Gaza pada Selasa malam, mengatakan pihaknya meningkatkan serangan tersebut sebagai balasan atas aksi militan Palestina menewaskan seorang tentara.

Dilansir Reuters, Rabu, 29 Oktober, militer Israel mengatakan mereka akan terus menegakkan perjanjian gencatan senjata dan akan menanggapi dengan tegas "setiap pelanggaran".

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata yang didukung AS tidak berisiko bahkan ketika pesawat-pesawat Israel menyerang Gaza, dengan Israel dan kelompok militan Hamas saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata.

Otoritas kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan 104 orang, termasuk lima orang di rumah yang terkena serangan di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah, empat orang di gedung di lingkungan Sabra, Kota Gaza, dan lima orang di dalam mobil di Khan Younis.

"Sejauh yang saya pahami, mereka menembak mati seorang tentara Israel," kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One. "Jadi, Israel membalas dan mereka seharusnya membalas. Ketika itu terjadi, mereka seharusnya membalas," imbuhnya.

Militer Israel mengonfirmasi kematian tentara tersebut pada Rabu.

"Tidak ada yang akan membahayakan" gencatan senjata, kata Trump. "Anda harus memahami bahwa Hamas hanyalah bagian kecil dari perdamaian di Timur Tengah, dan mereka harus bersikap baik,” ujar dia.

Beberapa warga Palestina yang mengungsi khawatir gencatan senjata akan berantakan. Ismail Zayda, 40, ayah dari tiga anak, mengenang suara ledakan sepanjang malam, sebuah pengingat akan perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang.

"Itu adalah salah satu malam terburuk sejak gencatan senjata ditandatangani. Suara ledakan dan pesawat membuat kami merasa seolah-olah perang telah dimulai lagi," kata Zayda, yang tinggal di tenda-tenda di Kota Gaza bagian barat bersama 25 anggota keluarganya, kepada Reuters melalui aplikasi obrolan.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan Hamas telah melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan terhadap pasukan Israel yang ditempatkan di dalam apa yang disebut "garis kuning", garis penempatan yang disepakati dalam gencatan senjata.

Perjanjian tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober, menghentikan perang selama dua tahun yang dipicu oleh serangan mematikan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

"Jika mereka (Hamas) baik, mereka akan bahagia, dan jika mereka tidak baik, mereka akan dibasmi, nyawa mereka akan dibasmi," kata Trump.

"Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada tentara Israel, tetapi mereka mengatakan itu adalah tembakan penembak jitu. Dan itu adalah pembalasan atas perbuatannya, dan saya pikir mereka berhak melakukan itu,” sambung Trump.

Hamas membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Israel di Rafah, di Gaza selatan, dan mengatakan mereka tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+