シェア:

JAKARTA – Pengamat politik UNJ, Rakhmat Hidayat menilai bila pemberian abolisi dan amnesti kepada Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto merupakan strategi untuk menjinakkan kubu oposisi meski di sisi lain menunjukkan sikap kenegarawanan Presiden Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo juga memperlihatkan jika seluruh fraksi di DPR sudah ada pada kendalinya sebab seluruh fraksi setuju. Jadi, menurut saya, oposisi di DPR bisa saja sedang dilemahkan. Ini strategi Pak Prabowo untuk memandulkan seluruh kekuatan oposisi,” ungkapnya, Minggu 3 Agustus 2025.

Seperti diketahui, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bila seluruh fraksi di DPR menyetujui keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto yang tertuang dalam surat bernomor R-43/Pres/07/2025 tanggal 30 Juli 2025.

Tom Lembong sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi impor gula saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan, sedangkan Hasto divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus suap terhadap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Abolisi merupakan penghentian terhadap proses hukum yang sedang berjalan atas seseorang, sedangkan amnesti merupakan peniadaan akibat dari sebuah pemidanaan.

Dengan pemberian abolisi dan amnesti, Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto akhirnya dibebaskan pada Jumat, 1 Agustus 2025 malam.

Rakhmat mengakui, sejak awal bergulir, terutama dalam kasus Tom Lembong terkesan sumir. Majelis hakim sendiri tidak menemukan adanya niat jahat dan keuntungan yang mengalir ke Tom karena impor gula.

Karena itu, dia menduga kasus tersebut memang sengaja direkayasa semata demi menghukum Tom yang berbeda pilihan pada Pilpres 2024.

Dia lantas menyinggung pernyataan Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi pada tahun 2023, yang sempat menyebut para elite politik harus berhati-hati bersikap pada Pilpres 2024.

“Mengapa? Karena kalau kalah, masuk penjara. Itu memang jelas sekarang,” imbuhnya.

Menurut Rakhmat, Prabowo tengah memainkan strategi politik dua kaki. Sasarannya adalah dua poros oposisi, yakni loyalis Anies Baswedan dan juga poros PDI Perjuangan.

Dengan pembebasan Tom dan Hasto, Prabowo bisa meraih simpati dari tokoh-tokoh oposan.

“Mendapatkan legitimasi politik dari orang-orang enggak tahu itu secara lebih kritis. Tetapi, kalau kita baca secara lebih kritis, ini adalah bagian operasi politik. Di depan digebuk, tetapi di belakang dirangkul dengan disetujui proses pengajuan abolisinya,” tandasnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)