シェア:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Turki mengecam serangan dan tembakan Israel di Suriah selatan usai ketegangan di dekat Dataran Tinggi Golan memaksa banyak penduduk mengungsi.

“Kami mengutuk keras serangan Israel terhadap Quneitra dan Daraa, yang melanggar integritas teritorial, persatuan, dan kedaulatan Suriah,” demikian pernyataan Kemenlu Turki, dikutip dari AFP, Selasa 30 Juni waktu setempat.

“Serangan-serangan ini, yang menginjak-injak nyawa dan harta benda rakyat Suriah dan membuat kehidupan semakin sulit bagi warga sipil di wilayah tersebut, merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional,” sambung pernyataan.

“Kami mengulangi seruan kami kepada komunitas internasional untuk memenuhi kewajibannya dan mengakhiri serangan-serangan ini,” tambah Kemenlu Turki

Kemenlu Suriah juga mengutuk serangan dan penembakan Israel pada Senin 29 Juni waktu setempat.

Tentara Israel mengklaim pada Minggu 28 Juni bahwa mereka telah membunuh "beberapa teroris bersenjata" sehari sebelumnya di bagian selatan Suriah yang telah mereka duduki sejak akhir tahun 2024.

Israel memperluas pendudukan Dataran Tinggi Golan Suriah pada tahun 2024 dengan merebut zona penyangga demiliterisasi yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+