シェア:

JAKARTA – Analis politik senior Boni Hargens menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menegaskan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan persatuan nasional dari seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat sipil, untuk mewujudkan program-program prioritas pemerintah.

Menurut Boni, seruan persatuan yang disampaikan Dasco memiliki makna strategis di tengah situasi global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

“Semangat persatuan yang digelorakan Pak Sufmi Dasco Ahmad bukan sekadar kebutuhan domestik, melainkan kekuatan fundamental yang dibutuhkan bangsa Indonesia hari ini di tengah tekanan dan ketidakpastian global yang semakin kompleks,” ujar Boni Hargens kepada wartawan, Jumat 6 Maret.

Boni menyoroti sejumlah dinamika geopolitik global yang saat ini memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, seperti konflik di Timur Tengah yang terus memanas serta perang Rusia dan Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Menurut dia, kedua konflik tersebut tidak hanya berdampak pada negara yang terlibat langsung, tetapi juga berimbas pada negara lain, termasuk Indonesia.

“Konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada harga energi global dan mengancam stabilitas ekonomi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Sementara perang Rusia–Ukraina mengganggu pasokan pangan dan energi dunia serta memicu inflasi global,” kata Boni.

Ia menilai Indonesia saat ini menghadapi berbagai tekanan eksternal, mulai dari fluktuasi harga komoditas, gangguan rantai pasok global, hingga tekanan fiskal. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan luas dari masyarakat untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Pemerintah tidak dapat menghadapi tantangan yang begitu kompleks sendirian. Dukungan aktif dan terorganisir dari masyarakat sipil menjadi energi yang menggerakkan mesin pemerintahan untuk terus bekerja bagi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Boni menegaskan dukungan masyarakat sipil bukan berarti bersikap pasif atau menutup ruang kritik terhadap kebijakan pemerintah. Sebaliknya, masyarakat tetap dapat berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi.

“Dukungan ini bukan berarti bersikap pasif atau buta terhadap kebijakan yang ada, melainkan berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses berbangsa dan bernegara,” katanya.

Ia menambahkan terdapat sejumlah agenda prioritas pemerintah yang membutuhkan dukungan luas dari masyarakat, di antaranya program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurut Boni, program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo memerlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari petani, pelaku usaha agribisnis, hingga konsumen.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga dinilai menjadi prasyarat penting untuk mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.

“Setiap proyek infrastruktur yang berjalan lancar adalah buah dari iklim persatuan yang terjaga. Konektivitas yang merata dari Sabang sampai Merauke merupakan prasyarat bagi pemerataan kesejahteraan,” kata Boni.

Ia menilai seruan persatuan nasional yang disampaikan Dasco merupakan respons terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk meningkatnya fragmentasi sosial di ruang publik digital.

“Dengan persatuan, kritik menjadi produktif, ide menjadi terarah, dan sumbangsih menjadi bermakna. Tanpa persatuan, semuanya hanya menjadi kebisingan yang menguras energi bangsa tanpa menghasilkan perubahan nyata,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Presiden Prabowo Subianto hanya membutuhkan satu hal dari masyarakat sipil, yakni persatuan nasional, agar program-program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik.

“Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon. Itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil,” ujar Dasco dalam keterangannya.

Dasco menilai kondisi masyarakat sipil saat ini kerap diwarnai perdebatan yang tidak sehat, terutama di media sosial, yang justru berpotensi memecah belah.

“Pada hari ini masyarakat sipil kita tidak kompak, satu sama lain saling mencaci, terutama di media sosial. Saya lihat itu sudah tidak sehat,” kata dia.

Meski demikian, Dasco menegaskan persatuan nasional tidak berarti menutup ruang kritik terhadap pemerintah. Menurut dia, kritik tetap diperlukan selama disampaikan secara konstruktif.

“Kalau kita tanya, Prabowo hanya perlu satu, persatuan nasional. Baik dalam mengkritisi, memberikan ide, maupun sumbangsih yang nyata,” ujar Dasco.

Ia pun mengajak masyarakat sipil memberikan dukungan dan ruang bagi pemerintahan Prabowo untuk merealisasikan program-program kesejahteraan yang telah dijanjikan kepada rakyat.

“Saya ingin bertanya kepada kawan-kawan masyarakat sipil, berapa lama persatuan nasional itu bisa diberikan kepada Prabowo agar dia punya waktu mewujudkan janji-janji kesejahteraan untuk rakyat,” pungkasnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)