JAKARTA - Presiden Donald Trump meminta Israel untuk segera menghentikan pengeboman Gaza setelah Hamas setuju membebaskan sandera dan menerima beberapa persyaratan lain dalam rencana AS untuk mengakhiri perang.
Namun, isu-isu pelik seperti pelucutan senjata tampaknya belum terselesaikan.
Dilansir Reuters, Sabtu, 4 Oktober, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel sedang mempersiapkan "implementasi segera" tahap pertama rencana Trump untuk pembebasan sandera Israel di Gaza menyusul tanggapan Hamas.
Tak lama kemudian, media Israel melaporkan eselon politik negara itu telah menginstruksikan militer untuk mengurangi aktivitas ofensif di Gaza.
Kepala staf militer Israel menginstruksikan pasukan untuk meningkatkan kesiapan pelaksanaan tahap pertama rencana Trump, tanpa menyebutkan apakah akan ada pengurangan aktivitas militer di Gaza.
Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, menanggapi rencana 20 poin Trump setelah presiden AS memberi kelompok itu waktu hingga hari Minggu untuk menerima atau menghadapi konsekuensi serius.
また読む:
Trump—yang menampilkan dirinya sebagai satu-satunya orang yang mampu mencapai perdamaian di Gazap-telah menginvestasikan modal politik yang signifikan dalam upaya untuk mengakhiri perang dua tahun yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat sekutu AS, Israel, semakin terisolasi di panggung dunia.
Tak lama kemudian, media Israel melaporkan eselon politik negara itu telah menginstruksikan militer untuk mengurangi aktivitas ofensif di Gaza.
onsekuensi serius.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)