シェア:

JAKARTA - Militer Pakistan menyebut 11 anggota angkatan bersenjata dan 40 warga sipil tewas dalam bentrokan militer dengan negara tetangga India, setelah gencatan senjata akhir pekan disepakati antara kedua rival bersenjata nuklir itu.

Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi memperingatkan Pakistan pihaknya akan menargetkan "tempat persembunyian teroris" di seberang perbatasan lagi jika terjadi serangan baru terhadap India.

PM Modi berbicara dua hari setelah negara tetangga bersenjata nuklir itu menyetujui gencatan senjata, yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan.

Gencatan senjata dicapai setelah empat hari baku tembak yang intens saat musuh lama saling menyerang instalasi militer dengan rudal dan pesawat nirawak, menewaskan puluhan warga sipil.

Konfrontasi militer dimulai pada Rabu pekan lalu, ketika India mengatakan telah melancarkan serangan terhadap sembilan lokasi "infrastruktur teroris" di Pakistan dan Kashmir Pakistan, menyusul serangan terhadap wisatawan Hindu oleh militan Islam di Kashmir India bulan lalu yang menewaskan 26 orang.

Islamabad membantah adanya hubungan dengan serangan itu dan menyerukan penyelidikan yang netral.

"Jika ada serangan teroris di India, jawaban yang pantas akan diberikan sesuai dengan ketentuan kami," kata PM Modi.

"Dalam beberapa hari mendatang, kami akan mengukur setiap langkah Pakistan, sikap seperti apa yang akan diambil Pakistan," lanjutnya.

"India akan menyerang secara tepat dan tegas tempat persembunyian teroris yang berkembang di bawah kedok pemerasan nuklir," tegasnya.

"Posisi India jelas: teror dan perundingan tidak dapat berjalan bersamaan; teror dan perdagangan tidak dapat berjalan bersamaan dan air dan darah tidak dapat mengalir bersamaan," ujar Modi.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+