Aksi 'Palsu' Zulhas Di Tengah Bencana Dibela, PAN: Sikap Itu Murni Dari Hatinya
JAKARTA- Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menilai wajar jika aksi Menko Pangan sekaligus Ketum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas, yang ikut memanggul beras karung saat memberikan bantuan logistik di lokasi bencana Sumatera disebut sebagai pencitraan. Sebab menurutnya, pejabat publik memang tak bisa terhindar dari berbagai macam kritik.
"Sebagai pejabat publik, Bang Zulhas tentu tidak lepas dari kritik, baik soal kebijakan maupun soal sikap dan perilaku. Itu hal yang wajar saja," ujar Viva Yoga, Sabtu, 6 Desember.
Namun, Viva memastikan bahwa sikap Zulhas itu tidak dibuat-buat dan murni dari dalam lubuk hatinya ingin berempati dan membantu warga yang tertimpa bencana. Ia pun menyebut, Zulhas santai mendengar kritikan publik yang menyebut aksinya sebagai pencitraan.
また読む:
"Bang Zul menanggapi dengan santai saja. (Karena) Bang Zul mengangkat karung atau membantu membersihkan rumah dari lumpur bukanlah untuk pencitraan. Tapi itulah Bang Zul yang mudah tersentuh hatinya jika melihat penderitaan dan selalu berempati buta. Sisi kemanusiaannya lebih dominan," jelas Viva.
"Tidak ada kepalsuan dalam bersikap. Itu murni dari hatinya," sambung Wamen Transmigrasi RI itu.
Bahkan, Viva bersaksi bahwa sifat Zulhas tidak pernah berubah. Menurutnya, sejak PAN berdiri, Zulhas yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR itu memang selalu ingin membantu orang yang sedang kesusahan.
"Sejak PAN berdiri tahun 1998, sikap Bang Zul tidak pernah berubah untuk selalu ringan tangan membantu dan menolong orang," kata Viva Yoga.
Meski disebut pencitraan, kata Viva, Zulhas tetap menerima masukan dari masyarakat. Ia pun menegaskan bahwa Zulhas terus bekerja serius di pemerintahan untuk mengabdi kepada masyarakat.
"Tapi ada yang menilai bahwa dengan Bang Zul mengangkat karung dianggap kurang elok. Atas penilaian itu, Bang Zul mengucapkan terima kasih atas kritik dan sarannya," kata Viva.
"Tapi Bang Zul akan tetap bekerja serius untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara, berapapun nilai yang diberikan oleh masyarakat," pungkasnya.