Bogor Targetkan 90 Persen Dapur Makan Bergizi Gratis Beroperasi Awal 2026
BOGOR – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, tancap gas mengejar target nasional. Ia berkomitmen menuntaskan 90 persen pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Kabupaten Bogor pada Januari 2026, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
Komitmen ini disampaikan Rudy Susmanto saat memimpin Rapat Percepatan Pembangunan Dapur MBG bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah terkait di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (12/11/25).
Privilege Khusus untuk Bogor, Tuan Rumah Penduduk Terbesar
Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan Dapur MBG, atau yang secara teknis disebut Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG), membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk mempermudah proses perizinan dan administrasi, termasuk melalui Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Bahkan, Bupati secara khusus meminta adanya "privilege" atau keistimewaan bagi Kabupaten Bogor. Permintaan ini didasarkan pada status Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yang secara otomatis memiliki tantangan logistik dan administrasi yang lebih besar.
“Pentingnya memberikan privilege khusus bagi Kabupaten Bogor, mengingat wilayah ini memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia,” kata Rudy Susmanto.
Bukan Hanya Siswa, Ibu Hamil Turut Jadi Sasaran
Rudy Susmanto menegaskan, program MBG ini memiliki cakupan yang luas dan mulia. Tidak hanya siswa sekolah, sasaran program ini juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat rentan gizi lainnya, yang merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.
Bupati menetapkan target yang sangat ambisius.
“Kita siap bekerja keras agar Januari nanti minimal 90 persen dapur sudah beroperasi, ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak, dari Forkopimda hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi demi kesuksesan program.
“Program ini program baik, program mulia. Pemerintah Kabupaten Bogor siap berlari bersama BGN, Polri, TNI, Kejaksaan, dan seluruh masyarakat, supaya seluruh anak-anak Kabupaten Bogor pada tahun 2026 sudah bisa menikmati makan bergizi gratis,” pungkas Rudy.
Progres Lapangan: 197 SPPG Sudah Beroperasi
Sementara itu, Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Tito, menyampaikan progres positif di lapangan. Dari total 290 SPPG yang direncanakan, sebanyak 197 SPPG sudah beroperasi dan sisanya 93 SPPG masih dalam tahap persiapan.
Tito menjelaskan, BGN aktif melakukan pendampingan, mulai dari pemilihan lahan yang direkomendasikan Pemda, hingga pembangunan. Setelah pembangunan selesai, BGN akan melanjutkan dengan pendampingan teknis melalui Koordinator Wilayah (Korwil) dan KPPG BGN.
“Pendampingan ini mencakup konsultasi dan arahan teknis agar pembangunan dan pengoperasian SPPG di Kabupaten Bogor berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” jelas Tito.