Greta Thunberg Sebut Israel Melakukan Penyiksaan Terhadap Aktivis Armada Kemanusiaan

JAKARTA - Aktivis Swedia Greta Thunberg pada Hari Selasa menuduh ia dan aktivis lain yang ditahan dari armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla, menjadi sasaran penyiksaan di penjara Israel tempat mereka ditahan.

Berbicara dalam konferensi pers di Stockholm, Thunberg mengatakan mereka "diculik dan disiksa" oleh militer Israel.

Kendati demikian, ia menolak menjelaskan lebih jauh, menambahkan ketika didesak bahwa ia tidak mendapatkan air bersih dan tahanan lainnya tidak mendapatkan pengobatan penting.

"Secara pribadi, saya tidak ingin membagikan apa yang saya alami karena saya tidak ingin menjadi berita utama dan 'Greta telah disiksa', karena bukan itu ceritanya di sini," katanya, seraya menambahkan apa yang mereka alami tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dialami orang-orang di Gaza setiap hari, melansir Reuters 8 Oktober.

Thunberg bergabung dengan Global Sumud Flotilla, sekelompok kapal yang mencoba mencapai Gaza untuk membawa pasokan bantuan dan menarik perhatian pada penderitaan di wilayah kantong tersebut, tempat sebagian besar dari 2,2 juta penduduk telah diusir dari rumah mereka dan PBB mengatakan kelaparan merajalela.

Thunberg ditahan bersama 478 orang di armada tersebut dan diusir dari Israel pada Hari Senin.

Aktivis Swedia mengatakan pada Hari Sabtu, Thunberg didorong dan dipaksa mengenakan bendera Israel selama penahanannya. Tetapi, Thunberg tidak menyebutkan hal itu dalam konferensi pers Hari Selasa.

Thunberg dan peserta lainnya juga mengeluhkan Pemerintah Swedia tidak memberikan bantuan yang memadai selama penahanan.

Pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Hari Selasa, mereka telah berulang kali menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Gaza, tetapi tetap memberikan dukungan konsuler kepada para aktivis dan menekankan kepada Israel pentingnya memperlakukan warga Negara Swedia dengan baik.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters, tetapi telah berulang kali membantah telah menganiaya para tahanan.

"Semua tahanan diberi akses ke air, makanan, dan toilet; mereka tidak ditolak aksesnya ke penasihat hukum, dan semua hak hukum mereka sepenuhnya ditegakkan," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel kepada Reuters pekan lalu.

Sebelumnya, Israel telah menahan Thunberg di laut dalam upaya serupa untuk menembus blokade Israel atas Gaza pada Bulan Juni.