JAKARTA - Poliklinik mata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Gorontalo Dr. Hasri Ainun Habibie mencatat adanya peningkatan kasus gangguan penglihatan dalam beberapa tahun terakhir.
Keluhan seperti mata lelah, kering, hingga rabun jauh kini semakin sering ditemukan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan perangkat digital.
Dokter spesialis mata di RSUD tersebut, dr. Yusnidah Z. Ahmad, Sp.M, menjelaskan bahwa tren ini sejalan dengan meningkatnya intensitas penggunaan gadget di masyarakat. Selain kasus katarak yang masih mendominasi, gangguan mata akibat paparan layar digital kini menjadi keluhan yang cukup menonjol.
“Keluhan yang paling sering muncul antara lain mata lelah, kering, berair, hingga peningkatan miopia atau mata minus akibat penggunaan gadget dalam jangka panjang,” ujarnya.
BACA JUGA:
Ia menambahkan, kebiasaan menatap layar dalam jarak dekat secara terus-menerus tanpa jeda dapat memperburuk kondisi mata. Jika tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup, risiko gangguan penglihatan akan semakin besar.
“Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, terutama mereka yang memiliki intensitas tinggi dalam menggunakan ponsel, komputer, maupun laptop,” katanya.
Untuk itu, masyarakat diimbau mulai mengatur durasi penggunaan perangkat digital serta memberi waktu istirahat bagi mata. Langkah sederhana ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan penglihatan.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar segera memeriksakan mata ke fasilitas kesehatan apabila muncul keluhan, sehingga gangguan dapat ditangani lebih dini dan tidak berkembang menjadi lebih serius.