JAKARTA - Kesehatan jantung tak hanya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, olahraga, dan waktu istirahat. Kesehatan jantung ternyata juga berkaitan dengan kehidupan sosial seseorang.
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial, yang hubungan bermakna dengan teman, keluarga, dan anggota komunitas dapat memengaruhi kesehatan emosional dan fisik. Tetap terhubung secara sosial dapat mendukung kesehatan jantung yang lebih baik.
Saat seseorang memelihara hubungan yang kuat dan merasa didukung oleh orang lain, tubuh mereka akan cenderung lebih mampu mengatasi stres. Interkasi sosial akan memicu pelepasan hormon penyebab perasaan senang, seperti oksitosin dan serotonin.
Kedua hormon tersebut akan membantu mengurangi kortisol, hormon stres utama tubuh. Dengan stres yang terkendali dengan baik, maka dapat membantu menjaga kesehatan jantung tetap stabil.
Di sisi lain, penelitian menunjukkan kesepian dan isolasi sosial dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Ini karena isolasi sosial bisa meningkatkan stres kronis, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan detak jantung, dan memicu peradangan pada pembuluh darah.
“Seiring waktu, perubahan ini dapat berkontribusi pada aterosklerosis, suatu kondisi di mana arteri menjadi mengeras dan menyempit, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke,” tutur Konsultan Senior – Kardiologi di Rumah Sakit Spesialis Sahyadri, Dr. Priya Palimkar, dikutip dari Healthshots, pada Senin, 9 Maret 2026.
Oleh karena itu, sangat penting untuk setiap orang menjaga kehidupan sosial dengan baik untuk kesehatan jantung. Ketika hubungan sosial baik, maka akan mempengaruhi perilaku seseorang.
Mereka akan cenderung aktif secara fisik, hingga mengikuti pola makan yang sehat dan seimbang. Memiliki teman atau anggota keluarga yang mendukung seringkali memberikan rasa tanggung jawab.
Misalnya, teman dapat memotivasi seseorang untuk berolahraga secara teratur, sementara anggota keluarga dapat mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat. Seiring waktu, perubahan perilaku kecil ini dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
“Dukungan emosional membantu mengatur respons stres dalam tubuh. Ketika seseorang merasa didukung, tekanan darah dan detak jantung mereka cenderung kembali ke tingkat normal setelah mengalami peristiwa yang menimbulkan stres,” tuturnya.
Perlu diingat juga bahwa menjaga kehidupan sosial aktif bukan berarti harus selalu menghadiri pertemuan besar atau dikelilingi oleh puluhan orang. Pada kenyataannya, kualitas hubungan jauh lebih penting daripada kuantitas.
BACA JUGA:
Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti menghubungi teman atau kerabat dekat, berjalan-jalan dengan orang terdekat, menjadi sukarelawan, berpartisipasti dalam kegiatan keagamaan, atau bergabung kelompok yang sesuai hobi Anda. Kegiatan-kegiatan ini membuat Anda berinterkasi, yang dapat memberikan rasa memiliki dan keamanan nasional.