Bagikan:

YOGYAKARTA - Sakit tenggorokan kerap muncul tiba-tiba dan membuat aktivitas harian terasa kurang nyaman. Banyak orang menganggapnya sebagai keluhan ringan yang akan hilang sendiri. Padahal, penyebab sakit tenggorokan bisa sangat beragam dan tidak selalu berkaitan dengan flu. Faktor lingkungan, kebiasaan, hingga kondisi kesehatan tertentu turut berperan. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Anda dapat mengambil langkah yang lebih tepat sejak awal.

Penyebab sakit tenggorokan

Sebelum menentukan cara mengatasinya, penting untuk memahami apa saja penyebab sakit tenggorokan. Keluhan ini bisa dipicu oleh infeksi maupun faktor noninfeksi yang sering tidak disadari. Sebab, mengutip Medical News Today, Selasa, 10 Februari, setiap penyebab memiliki ciri dan penanganan yang berbeda. Maka, mengenali pemicunya membantu Anda mencegah kekambuhan. Berikut beberapa penyebab sakit tenggorokan yang umum terjadi.

1. Infeksi virus

Infeksi virus menjadi penyebab sakit tenggorokan yang paling sering ditemukan. Virus flu dan pilek dapat menyebabkan rasa nyeri, kering, atau gatal di tenggorokan. Gejala biasanya disertai batuk, hidung tersumbat, dan suara serak. Kondisi ini umumnya membaik dengan istirahat dan perawatan mandiri.

penyebab sakit tenggorokan tak selalu karena flu
Ilustrasi penyebab sakit tenggorokan tak selalu karena flu (Freepik/diana.grytsku)

2. Infeksi bakteri

Bakteri tertentu juga dapat menjadi penyebab sakit tenggorokan. Nyeri yang muncul biasanya terasa lebih berat dan berlangsung lebih lama. Demam tinggi serta pembengkakan amandel sering menyertai kondisi ini. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan pengobatan yang sesuai.

3. Alergi

Alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan dapat memicu iritasi tenggorokan. Reaksi alergi menyebabkan lendir mengalir ke belakang tenggorokan. Akibatnya, tenggorokan terasa gatal dan tidak nyaman. Gejala biasanya membaik saat paparan alergen berkurang.

4. Udara kering dan polusi

Udara kering dan polusi sering menjadi penyebab sakit tenggorokan yang diabaikan. Asap rokok, debu, dan zat kimia dapat mengiritasi jaringan tenggorokan. Keluhan biasanya terasa lebih parah saat bangun tidur. Kondisi ini umum terjadi di ruangan ber-AC atau lingkungan padat polusi.

penyebab sakit tenggorokan tak selalu karena flu
Ilustrasi penyebab sakit tenggorokan tak selalu karena flu (Freepik/aslerromero)

5. Asam lambung naik

Naiknya asam lambung dapat mengiritasi tenggorokan secara perlahan. Asam yang mencapai kerongkongan menimbulkan rasa perih atau terbakar. Keluhan sering disertai rasa pahit di mulut. Jika dibiarkan, iritasi bisa berlangsung dalam jangka panjang.

6. Penggunaan suara berlebihan

Berbicara terlalu lama atau berteriak dapat memicu sakit tenggorokan. Pita suara yang dipaksa bekerja keras akan mengalami iritasi. Tenggorokan terasa nyeri dan suara menjadi serak. Kondisi ini membutuhkan istirahat suara agar pulih.

Mengatasi sakit tenggorokan dengan cara sederhana di rumah

Sebagian besar sakit tenggorokan ringan dapat diredakan tanpa obat khusus. Perawatan sederhana di rumah membantu mengurangi iritasi dan mempercepat pemulihan. Langkah-langkah ini mudah dilakukan dan relatif aman. Namun, cara ini ditujukan untuk keluhan ringan hingga sedang. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah.

penyebab sakit tenggorokan tak selalu karena flu
Ilustrasi penyebab sakit tenggorokan tak selalu karena flu (Freepik)
  • Perbanyak minum air hangat

Air hangat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap. Cairan yang cukup juga membantu mengencerkan lendir. Dengan begitu, rasa nyeri saat menelan dapat berkurang. Kebiasaan ini penting selama masa pemulihan.

  • Berkumur dengan air garam

Air garam hangat dapat membantu meredakan peradangan tenggorokan. Larutan ini membantu membersihkan iritan yang menempel. Berkumur juga membantu mengurangi rasa nyeri dan gatal. Cara ini bisa dilakukan beberapa kali sehari.

  • Istirahat yang cukup

Istirahat memberi waktu bagi tubuh untuk melawan penyebab sakit tenggorokan. Sistem imun bekerja lebih optimal saat tubuh tidak kelelahan. Aktivitas berlebihan justru dapat memperparah keluhan. Tidur cukup membantu proses penyembuhan alami.

  • Gunakan humidifier

Humidifier membantu menjaga kelembapan udara di ruangan. Udara yang lembap mencegah tenggorokan menjadi terlalu kering. Alat ini bermanfaat terutama saat cuaca dingin atau di ruangan ber-AC. Tenggorokan pun terasa lebih nyaman saat bernapas.

Penyebab sakit tenggorokan tidak selalu berkaitan dengan flu atau infeksi ringan. Berbagai faktor, mulai dari lingkungan hingga kebiasaan sehari-hari, dapat memicu keluhan ini. Mengenali penyebabnya membantu Anda menentukan langkah penanganan yang tepat. Perawatan sederhana di rumah dapat membantu meredakan keluhan ringan. Namun, jika sakit tenggorokan tidak kunjung membaik atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.