Bagikan:

JAKARTA - Liburan akhir tahun merupakan momen menyenangkan, di mana Anda bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga atau pasangan. Namun, momen liburan akhir tahun juga bisa menjadi momen menegangkan yang membuat stres.

“Stres liburan biasanya bermuara pada ketidakcocokan antara harapan dan kenyataan,” kata seorang psikolog klinis, Jessica Bodie, PhD, dikutip dari Women’s Health, pada Jumat, 19 Desember 2025.

Perubahan rutinitas dapat menjadi penyebab stres saat liburan akhir tahun. Mulai dari pola tidur, makan, dan aktivitas yang berbeda dari biasanya.

Saat liburan biasanya akan diisi dengan aktivitas seperti perjalanan, acara sosial, yang membuat tubuh dan mental lelah, hingga kurang istirahat, terutama jika perencanaan liburannya padat.

Tekanan sosial dan ekspektasi juga bisa mempengaruhi stres saat liburan akhir tahun. Hal ini bisa terjadi karena pemikiran sendiri atau tuntutan dari lingkungan sekitar saat liburan, seperti keluarga.

“Keluarga dapat memicunya (stres saat liburan),” kata profesor asosiasi klinis, Thea Gallagher.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan liburan yang tidak hanya memprioritaskan orang lain, tetapi juga diri sendiri. Dengan langkah ini, maka Anda akan lebih menikmati liburan tersebut dan mengurangi risiko stres muncul.

“Saran terbaik saya untuk mengurangi stres liburan adalah dengan benar-benar mengevaluasi apa nilai utama Anda untuk liburan,” tutur Bodie.

Daftar berbagai hal yang ingin dilakukan saat liburan juga sebaiknya disesuaikan dengan waktu dan kemampuan tubuh agar tidak terbebani. Selain itu, cobalah untuk tidak selalu menyetujui semua ajakan agenda liburan agar tidak kelelahan secara fisik maupun mental.

“Tidak apa-apa untuk tidak melakukan setiap acara liburan atau mengunjungi setiap anggota keluarga,” pungkas psikolog klinis, Hillary Ammon, PsyD.