Bagikan:

YOGYAKARTA - Diare yang tidak kunjung sembuh bisa sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian Anda. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu dan sering kali menandakan adanya masalah kesehatan yang perlu perhatian serius. Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab diare berkepanjangan, mulai dari infeksi hingga penyakit pada sistem pencernaan. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa lebih tepat dalam mengambil langkah penanganan. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Infeksi yang tidak sembuh sepenuhnya

Infeksi dari bakteri, virus, atau parasit bisa menyebabkan diare bertahan lebih lama dari biasanya. Kadang tubuh membutuhkan waktu lebih banyak untuk membersihkan sisa agen infeksi dari sistem pencernaan. Pada beberapa kasus, infeksi justru menetap dan berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Mengutip Health, Rabu, 10 Desember, Anda mungkin mengalami gejala lain seperti kram perut, demam, atau mual berkepanjangan. Jika kondisi tidak membaik dalam beberapa hari, pemeriksaan laboratorium bisa membantu menemukan penyebabnya.

2. Intoleransi laktosa

Sebagian orang mengalami kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula yang terdapat pada susu dan produk turunannya. Ketidakmampuan ini membuat laktosa tertinggal di usus dan memicu diare, kembung, serta gas berlebihan. Gejala bisa muncul segera setelah Anda mengonsumsi produk susu. Jika tidak disadari dan tetap dikonsumsi, diare bisa terus berlangsung. Mengetahui batas konsumsi dan mengganti produk susu dengan alternatif bebas laktosa dapat sangat membantu.

penyebab diare berkepanjangan
Ilustrasi penyebab diare berkepanjangan (Freepik/benzoix)

3. Alergi makanan

Berbeda dengan intoleransi, alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap suatu bahan pangan. Reaksi ini dapat memicu peradangan di saluran cerna dan menyebabkan diare berkepanjangan. Beberapa makanan yang sering memicu alergi antara lain kacang-kacangan, telur, dan makanan laut. Anda mungkin juga mengalami ruam, gatal, atau sesak napas. Jika curiga memiliki alergi, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk melakukan tes spesifik.

4. Penyakit radang usus (IBD)

Penyakit radang usus seperti Crohn dan kolitis ulseratif dapat menyebabkan diare yang berlangsung lama. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan usus sehingga menimbulkan peradangan kronis. Selain diare, Anda mungkin mengalami penurunan berat badan, nyeri perut, dan kelelahan. IBD (Inflammatory Bowel Disease) membutuhkan pengelolaan jangka panjang karena bisa kambuh sewaktu-waktu. Pemeriksaan medis sangat diperlukan untuk mendapatkan terapi yang tepat.

5. Sindrom iritasi usus besar (IBS)

Sindrom iritasi usus besar, atau IBS (irritable bowel syndrome), merupakan gangguan kronis pada fungsi usus yang dapat memicu diare terus-menerus. Meski penyebab pastinya belum diketahui, stres dan pola makan sering menjadi pemicu perburukan gejala. Diare pada IBS biasanya disertai kembung dan rasa tidak nyaman di perut. Kondisi ini tidak menyebabkan kerusakan permanen pada usus, tetapi bisa mengganggu kualitas hidup Anda. Dengan mengenali pemicu pribadi, Anda dapat mengendalikan gejalanya lebih baik.

penyebab diare berkepanjangan
Ilustrasi penyebab diare berkepanjangan (Freepik)

Apa yang bisa Anda lakukan?

Jika diare tidak juga membaik setelah dua hingga tiga hari, jangan ragu mencari pertolongan medis. Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan minum cukup cairan dan konsumsi makanan yang lembut pada pencernaan. Hindari makanan berlemak, pedas, atau susu jika Anda merasa gejala semakin parah setelah mengonsumsinya. Anda juga sebaiknya mencatat makanan dan kondisi yang memicu gejala untuk memudahkan evaluasi. Penanganan yang tepat sangat bergantung pada diagnosis penyebab diare berkepanjangan itu sendiri.

Diare yang berlangsung lama tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius. Dengan memahami penyebab diare berkepanjangan seperti yang dijelaskan di atas, Anda bisa mengambil langkah tepat untuk mengatasinya. Jika kondisi semakin mengganggu dan muncul tanda bahaya seperti dehidrasi, segera periksakan diri ke dokter.