YOGYAKARTA - Anemia adalah kondisi ketika darah Anda kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin yang cukup, sehingga tubuh sulit membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kondisi ini bisa membuat Anda cepat lelah, pusing, pucat, atau napas menjadi pendek. Karena banyak faktor penyebab anemia, memahami apa saja pemicunya bisa membantu Anda mengenali risiko lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat.
1. Kekurangan zat besi
Ini merupakan penyebab anemia paling umum di dunia, dilansir Mayo Clinic, Senin, 1 Desember. Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Jika tubuh kekurangan zat besi akibat pola makan tidak seimbang, masalah pencernaan, atau perdarahan, produksi sel darah merah menurun dan memicu anemia.
2. Kekurangan vitamin B12 dan folat
Vitamin B12 dan folat berperan penting dalam produksi sel darah merah yang sehat dan matang. Kekurangan kedua nutrisi ini bisa terjadi pada orang dengan pola makan kurang bergizi, diet ekstrem, gangguan usus, atau kondisi autoimun tertentu. Hasilnya, tubuh menghasilkan sel darah merah abnormal yang tidak mampu bekerja optimal.
3. Kehilangan darah, akut maupun kronis
Perdarahan yang tampak maupun tersembunyi dapat membuat tubuh kehilangan sel darah merah dalam jumlah signifikan. Menstruasi berat, operasi, cedera, atau perdarahan saluran cerna seperti akibat tukak dan polip bisa menjadi penyebab tubuh kehilangan darah dan sel darah merah. Jika darah hilang terus-menerus, tubuh tidak mampu mengganti sel darah yang hilang dengan cukup cepat.
4. Penghancuran sel darah merah terlalu cepat atau Hemolytic Anemia
Pada kondisi ini, sel darah merah mengalami kerusakan lebih cepat daripada pembentukannya. Penyebabnya bisa dari kelainan bawaan, infeksi, penyakit autoimun, atau efek samping obat tertentu. Sel darah merah yang cepat hancur menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen meskipun produksi sel darah tetap berlangsung.
5. Gangguan produksi sel darah merah akibat penyakit ginjal kronis
Sumsum tulang yang tidak bekerja optimal dapat menurunkan produksi sel darah merah. Pada penyakit ginjal kronis, dilansir National Kidney Foundation, produksi hormon Erythropoietin (EPO) menurun, sehingga sumsum tulang kurang mendapat perintah untuk membuat sel darah merah baru. Selain itu, peradangan kronis dan gangguan pemanfaatan zat besi juga membuat anemia semakin parah pada kondisi ini.
6. Anemia akibat penyakit kronis atau inflamasi
Beberapa penyakit jangka panjang seperti infeksi kronis, penyakit autoimun, dan kanker dapat menghambat produksi sel darah merah. Mengutip American Society of Hematology, tubuh yang mengalami peradangan membuat pemanfaatan zat besi terhambat atau sumsum tulang menjadi kurang responsif. Akibatnya, kadar sel darah merah terus menurun meskipun asupan nutrisi sudah cukup.
7. Faktor bawaan atau kelainan genetik
Beberapa anemia terjadi karena kelainan genetik yang memengaruhi struktur atau fungsi hemoglobin. Kondisi ini dapat membuat sel darah merah lebih rapuh atau tidak terbentuk dengan baik. Karena bersifat bawaan, anemia jenis ini sering bersifat jangka panjang dan membutuhkan pemantauan medis berkelanjutan.
Setiap faktor penyebab anemia membutuhkan penanganan yang berbeda. Misalnya, anemia akibat kekurangan zat besi tidak bisa ditangani dengan cara yang sama seperti anemia akibat penyakit ginjal atau kelainan genetik. Karena itu, pemeriksaan darah dan konsultasi medis sangat diperlukan untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat.
BACA JUGA:
Mengetahui bahwa anemia bisa dipicu oleh banyak faktor membantu Anda lebih waspada terhadap tanda-tandanya. Jika Anda sering merasa lemas, pusing, atau pucat tanpa alasan yang jelas, jangan abaikan. Periksakan kesehatan Anda lebih awal agar penyebab anemia dapat diketahui dan ditangani sejak dini.