Bagikan:

JAKARTA - Selama ini katarak identik dengan penyakit mata pada lansia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kasus katarak justru banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu kualitas hidup serta menurunkan produktivitas seseorang di usia yang seharusnya masih aktif bekerja.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Bekasi, dr. Irsad Sadri, Sp.M, menyampaikan penyakit katarak tidak hanya diderita oleh orang usia lanjut, melainkan juga kerap dialami oleh usia muda.

"Meski sebagian besar tetap dialami oleh lansia, katarak bisa muncul pada usia yang lebih muda akibat gaya hidup tidak sehat," kata dokter Irsad usai konferensi pers "Bakti Sosial Operasi Katarak 2025" di Primaya Hospital Bekasi Timur, baru-baru ini.

Hal ini terjadi karena gaya hidup tidak sehat berpotensi menyebabkan kadar gula darah tinggi, sehingga menyebabkan gula menumpuk di lensa mata.

Penumpukan ini membuat lensa membengkak dan keruh, sementara radikal bebas yang meningkat ikut merusak protein serta sel lensa sehingga mata kehilangan kejernihannya.

Penelitian menunjukkan, orang dengan diabetes berisiko 2–5 kali lebih besar terkena katarak dan biasanya lebih cepat mengalaminya dibanding orang tanpa diabetes.

"Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan tinggi gula, kurang olahraga, dan obesitas menjadi pemicu utama diabetes, sehingga secara tidak langsung mempercepat munculnya katarak di usia produktif," paparnya. 

Pencegahan katarak di usia muda

dokter Irsad memaparkan pencegahan katarak di usia muda
dokter Irsad memaparkan pencegahan katarak di usia muda. (Dinno/VOI)

Menurut dr. Irsad, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia dengan angka prevalensi yang terus bertambah setiap tahun.

Untuk mencegah kondisi tersebut, edukasi masyarakat, deteksi dini, hingga penanganan katarak yang tepat menjadi langkah penting agar masalah penglihatan ini tidak berkembang memicu kebutaan. 

"Operasi yang dilakukan dengan teknik fakoemulsifikasi tanpa jahitan, dapat memulihkan pasien lebih cepat sehingga bisa segera kembali beraktivitas," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yoseph Bambang Pamungkas, Chief Business Development Officer Primaya Hospital Group (PHG) memaparkan, sebagai bentuk kepedulian, Primaya Hospital Group (PHG) melalui EyeQu LASIK & Eye Center bekerja sama dengan Perdami Bekasi mengadakan program “Bakti Sosial Operasi Katarak 2025” bagi 85 pasien.

Chief Business Development Officer PHG, Yoseph Bambang Pamungkas, menjelaskan masalah katarak tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyentuh ranah sosial. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan mata dan menerapkan gaya hidup sehat.

"Deteksi dini, pemeriksaan rutin, serta pola hidup sehat, masyarakat dapat menurunkan risiko kebutaan yang sebenarnya bisa dicegah. Melalui program sosial ini, kami tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini serta pola hidup sehat untuk mencegah katarak,” ujar Yoseph.