YOGYAKARTA – Secara umum gangguan sulit tidur atau insomnia pada lansia memang sering terjadi. Gangguan tersebut kemudian menyebabkan turunnya kualitas tidur hingga berdampak hal lain seperti mudah lelah, stamina turun, dan gangguan lainnya. Di luar dari hal tersebut tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis insomnia pada lansia yang sering ditemukan. Artikel ini akan memberikan informasi terkait jenis-jenisnya untuk Anda.
Jenis Insomnia pada Lansia
Dilansir dari AI Care, setidaknya ada lima jenis masalah tidur yang dialami oleh kaum lanjut usia 65 tahun ke atas. Masing-masing jenis punya kondisi yang berbeda. Simak penjelasannya berikut ini.
- Insomnia
Gangguan tidur ini paling sering dialami oleh lansia. Bentuknya beragam, misalnya sulit nyenyak atau tiba-tiba terbangun tengah malam dan sulit tidur lagi. Kondisi itu cukup merepotkan karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari nantinya. Jika lansia mengalami kondisi ini cukup parah disarankan untuk berkonsultasi pada dokter.
- Sleep apnea
Gangguan tidur lansia lain yang sering terjadi adalah sleep apnea. Namun gangguan ini disebut lebih banyak dialami oleh pria dibanding wanita, dilansir dari Mayo Clinic. Meski begitu, lansia wanita akan dialami menjelang menopause.
Tanda lansia mengalami gangguan tidur ini bisa dilihat, yakni napas berhenti tiba-tiba saat tertidur. Selain itu gejala lain yang bisa juga menyertai adalah mulut kering, badan lelah, sulit tidur nyenyak, hingga sering pusing.
- Restless leg syndrome
Restless leg syndrome atau sindrom kaki gelisah adalah gangguan tidur yang disebabkan karena saraf. Gangguan ini terjadi ketika lansia tidak mampu mengontrol keinginan mereka untuk menggerakkan kaki. Lebih parahnya lagi, sindrom ini terjadi saat tidur malam hari sehingga cukup mengganggu.
Gejala penyakit ini sebenarnya mirip dengan gejala gangguan saraf lain seperti muncul denyut di kaki, muncul rasa gatal hingga seolah seperti ada yang merayap di kaki. Bagi sebagian orang sindrom ini akan hilang saat pagi hari, namun jika terjadi pada malam hari tentu sangat mengganggu kualitas tidur.
- REM behaviour disorder
REM behaviour disorder adalah gangguan tidur yang berupa seringnya mimpi buruk hingga muncul gerakan agresif tubuh yang tak dapat dikontrol sepertio menendang, berteriak, atau mendorong. Gangguan tidur ini disebut dikarenakan gangguan psikis atau karena kondisi neurologis.
- Periodic limb movement disorder (PLMD)
Gangguan tidur ini berupa gerakan berulang di kaki ketika tidur. Kemunculan gangguan ini ditandai dengan kram atau kaki yang menyentak saat tidur. Sentakan tersebut terjadi berulang bahkan hingga 40 detik.
BACA JUGA:
Kemunculan gangguan PLMD ini bisa beragam, misalnya karena penyakit tunggal. Ahli juga menduga PLMD bisa dikarenakan kelainan regulasi regulasi pengantaran sinyal dari otak ke anggota tubuh.
Itulah beberapa jenis insomnia pada lansia. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.