YOGYAKARTA - Kehamilan merupakan momen yang dinanti-nanti banyak pasangan. Namun, tidak semua kehamilan berjalan normal. Salah satu gangguan kehamilan yang perlu diwaspadai adalah hamil anggur. Kondisi ini membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi berbahaya lainnya. lantas, apa itu hamil anggur? Bagaimana gejala awalnya? Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan berikut ini.
Mengenal apa itu Hamil Anggur
Dikutip dari AI-Care, hamil anggur (juga dikenal sebagai kehamilan molar/mola hidatidosa) adalah gangguan kehamilan langka di mana sel telur yang sudah dibuahi berkembang secara tidak normal.
Pada kasus hamil anggur, sel-sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi Kumpulan kista berisi cairan yang menyerupai anggur putih.
Hamil anggur terbagi menjadi dua jenis, yakni:
- Hamil anggur lengkap yang ditandai dengan jaringan plasenta tidak normal, membengkak, kemudian muncul sejumlah kista berisi cairan, dan tidak ada bentuk janin.
- Hamil anggur sebagian, di mana terdapat jaringan plasenta normal dan abnormal, serta terdapat bentuk janin namun tidak dapat bertahan sehingga keguguran akan terjadi di awal kehamilan.
Kehamilan molar termasuk dalam golongan penyakit gestasional trophoblastic. Kondisi ini terjadi akibat adanya pertumbuhan abnormal dari trofoblas, yakni sel yang berkembang menjadi plasenta.
Hamil anggur bisa menimbulkan komplikasi yang serius, seperti terbentuknya jaringan abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Untuk itu, wanita yang mengalami gejala atau terdiagnosa kehamilan molar perlu segera mendapatkan penanganan medis untuk mencegah risiko lanjutan.
BACA JUGA:
Penyebab Hamil Anggur
Dikutip dari Mayo Clinic, sebuah sel telur yang dibuahi secara tidak normal dapat menyebabkan kehamilan anggur. Sel manusia biasanya memiliki 23 pasang kromosom. Dalam pembuahan normal, satu kromosom dari setiap pasangan berasal dari ayah, sedangkan yang lainnya berasal dari ibu.
Pada kehamilan anggur lengkap, satu atau dua sperma membuahi satu sel telur. Kromosom dari sel telur ibu hilang atau tidak berfungsi. Kromosom dari ayah kemudian disalin. Tidak ada kromosom yang berasal dari ibu.
Pada kehamilan anggur parsial atau tidak lengkap, kromosom dari ibu tetap ada, tetapi ayah memberikan dua set kromosom. Embrio kemudian memiliki 69 kromosom, bukan 46. Hal ini paling sering terjadi ketika dua sperma membuahi satu sel telur, sehingga terjadi salinan ekstra dari gen ayah.
Gejala Hamil Anggur
Kehamilan anggur pada awalnya mungkin tampak seperti kehamilan biasa. Namun, sebagian besar kehamilan anggur akan menimbulkan gejala yang dapat berupa:
- Perdarahan dari vagina berwarna cokelat tua hingga merah terang pada tiga bulan pertama kehamilan
- Mual dan muntah yang berat
- Kadang-kadang muncul kista seperti buah anggur yang keluar dari vagina
- Rasa tertekan atau nyeri di area panggul
Berkat kemajuan dalam metode deteksi, kebanyakan kasus kehamilan anggur dapat ditemukan pada trimester pertama. Jika tidak terdeteksi dalam tiga bulan pertama, gejala kehamilan anggur bisa meliputi:
- Rahim yang tumbuh terlalu cepat sehingga ukurannya terlalu besar pada awal kehamilan
- Preeklamsia — kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan munculnya protein dalam urine — sebelum usia kehamilan 20 minggu
- Kista di indung telur (ovarium)
- Kelenjar tiroid yang terlalu aktif, atau disebut juga hipertiroidisme
Faktor Risiko Hamil Anggur
Masih dari Mayo Clinic, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hamil anggur, yakni:
- Pernah mengalami kehamilan anggur sebelumnya. Jika Anda pernah mengalami kehamilan anggur, risiko untuk mengalaminya lagi akan lebih tinggi. Kehamilan anggur yang berulang rata-rata terjadi pada 1 dari setiap 100 orang.
- Usia ibu. Kehamilan anggur lebih mungkin terjadi pada orang yang berusia di atas 43 tahun atau di bawah 15 tahun.
Cara Mencegah Hamil Anggur
Jika mempunyai riwayat kehamilan molar, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan atau dokter kandungan sebelum kembali menjalani program hamil.
Dokter mungkin akan menyarankan untuk menunggu selama enam bulan hingga satu tahun. Risiko mengalami kehamilan anggur lagi memang rendah, namun tetap lebi tinggi ketimbang orang yang belum pernah mengalaminya.
Pada kehamilan berikutnya, dokter kandungan mungkin akan melakukan USG untuk memeriksa kondisi Anda dan memastikan perkembangan janin berjalan dengan baik.
Demikian informasi tentang apa itu hamil anggur. Semoga hal ini bisa menambah wawasan pembaca. untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya, baca terus VOI.ID.