YOGYAKARTA – Salah satu masalah di rahim yang kerap dialami oleh wanita adalah polip rahim. Penyakit tersebut berdampak pada kesuburan jika tak segera ditangani oleh medis. Lalu apakah polip rahim bisa sembuh? Artikel ini akan membahas polip rahim untuk Anda.
Apakah Polip Rahim Bisa Sembuh
Dilansir dari AI Care, polip rahim adalah jaringan yang menonjol di area rahim. Polip rahim juga disebut dengan polip endometrium. Polip ini terbentuk karena adanya pertumbuhan jaringan yang berlebihan dan menempel di endometrium lalu meluas sampai ke rahim.
Polip rahim sendiri bentuknya bulat atau lonjong dengan ukuran yang beragam, mulai dari hitungan milimeter hingga centimeter. Polip bisa jinak, namun bisa juga tumbuh lebih dari satu. Penyebab polip rahim belum diketahui secara pasti. Namun, peneliti menilai bahwa polip di rahim berkaitan dengan kadar hormon estrogen.
Dalam situs Mount Elizabeth Hospital dijelaskan bahwa polip rahim bisa sembuh dengan sendirinya jika ukurannya kecil dan tidak disertai dengan gejala. Akan tetapi, polip lain perlu ditangani baik lewat obat maupun prsedur bedah.
Pengangkatan polip rahim perlu dilakukan jika ukurannya lebih dari 1,5 cm. Hal itu dilakukan agar tidak memicu pendarahan jangka panjang hingga mengganggu kesuburan maupun kehamilan. Selain itu polip rahim perlu diangkat pada wanita yang sudah memasuki masa menopause.
Orang yang Berpotensi Memiliki Polip Rahim
Polip rahim tidak dialami oleh semua wanita. Berikut ini beberapa orang yang berpotensi memiliki polip rahim.
- Obesitas
- Pengidap tekanan darah tinggi
- Pasien pengobatan kanker payudara
- Pasien terapi penggantian hormon yang melibatkan estrogen dosis tinggi
- Punya sindrom Lynch atau Cowden
Gejala Penderita Polip Rahim
Gejala polip rahim tidak mudah dikenali karena di beberapa kasus tidak ada gejala sama sekali. Namun, gejala yang umum terjadi adalah pendarahan abnormal. Berikut ini beberapa gejala polip rahim yang umum terjadi.
- Tidak teraturnya menstruasi
- Volume darah mens cukup deras dan tidak biasanya terjadi
- Pendarahan di antara periode menstruasi
- Sulit hamil
- Pendarahan tiap setelah berhubungan intim
- Pendarahan setelah menopause
Akan tetapi gejala tersebut tidak benar-benar mengarah ke polip rahim. Dokter perlu melakukan pengamatan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya. Untuk memastikan, dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan USG transvaginal, tes HSG, sonohisterogram, histereskopi serta kuret dan biopsi.
BACA JUGA:
Dengan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter akan diketahui apakah ada polip atau tidak. Jika memang ditemukan akan dilihat apakah termasuk jenis tumor jinak atau ganas.
Itulah informasi terkait apakah polip rahim bisa sembuh. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.