JAKARTA - Seorang penggemar kebugaran, Joseph Everett, membuat heboh dengan eksperimen diet ekstremnya. Ia mengonsumsi 1.000 telur dalam satu bulan. Pria yang tinggal di Tokyo, Jepang ini ingin membuktikan klaim para binaragawan bahwa diet tinggi telur bisa sama efektifnya dalam membangun otot dibandingkan dengan penggunaan steroid yang berisiko.
Dilansir dari laman Daily Mail pada Jumat, 14 Februari, dalam eksperimen ini, Everett mengonsumsi 30 telur setiap hari dalam berbagai bentuk, mulai dari omelet putih telur, smoothie, hingga makan malam dengan telur mentah dan nasi. Selain itu, ia juga menjalani rutinitas latihan beban yang intensif dan mendokumentasikan perjalanannya dalam sebuah video yang telah ditonton lebih dari 782.000 kali di YouTube.
Sebelum memulai tantangan, ia mengukur berat badannya serta performa dalam beberapa latihan kekuatan, termasuk angkat beban, deadlift, squat, dan bench press. Ia juga menjalani tes darah sebelum dan sesudah eksperimen untuk melihat dampaknya terhadap kadar kolesterol, produksi testosteron, dan aspek kesehatan lainnya.
Dalam waktu satu bulan, Everett mengalami peningkatan massa otot sebesar 6 kg dari berat awalnya 78 kg. Selain itu, ia juga mampu mengangkat beban 20 kg lebih berat dibandingkan sebelum memulai tantangan.
Yang lebih mengejutkan, hasil tes darahnya menunjukkan bahwa kadar kolesterol jahat (LDL) tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Sebaliknya, kadar kolesterol baik (HDL) yang membantu membersihkan kolesterol jahat dari darah justru meningkat. Bahkan, kadar trigliserida, sejenis lemak darah yang berisiko menyebabkan serangan jantung dan stroke menurun.
Selama menjalani tantangan, Everett mengaku merasa lebih berenergi, fokus, dan memiliki libido yang lebih tinggi, yang ia duga akibat peningkatan kadar testosteron. Namun, hasil tes darahnya menunjukkan bahwa kadar testosteronnya tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Di luar konsumsi telur, ia juga tetap mengonsumsi makanan lain seperti nasi, daging sapi, yogurt, buah, madu, serta sesekali mengonsumsi protein bar. Secara keseluruhan, ia memperkirakan asupan kalorinya berkisar antara 3.300 hingga 3.700 kalori per hari, jauh di atas kebutuhan rata-rata pria yang sekitar 2.500 kalori.
Meski sebagian besar tantangan ini berjalan lancar, masalah mulai muncul pada hari ke-20 ketika ia mengonsumsi telur mentah dalam jumlah besar selama enam hari berturut-turut. Everett mengalami sembelit parah dan kram perut yang menyakitkan. Hal ini membuatnya harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam di kamar mandi.
Setelah melakukan riset, ia menemukan bahwa telur mentah mengandung zat yang disebut trypsin inhibitor, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Masalah ini akhirnya teratasi setelah ia kembali memasak putih telurnya.
Everett tidak bisa memastikan apakah hasil yang ia dapatkan sebanding dengan penggunaan steroid, tetapi ia menyatakan bahwa mungkin akan mengulangi pola makan ini jika ingin meningkatkan massa otot dengan cepat.
Meskipun beberapa ahli kesehatan dulu menyarankan untuk membatasi konsumsi telur karena kandungan kolesterolnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi telur sekitar satu butir per hari, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang.
Eksperimen Everett membuktikan bahwa telur bisa menjadi sumber protein yang sangat baik untuk membangun otot, tetapi konsumsi dalam jumlah ekstrem tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Bagi Anda yang ingin meningkatkan massa otot, mungkin tidak perlu sampai makan 30 telur per hari, tetapi menambahkan telur dalam diet harian bisa menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan asupan protein dan nutrisi penting lainnya.