<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

    <channel>
        <title>Voi.id - Latest News</title>
        <link>https://voi.id/rss</link>
        <description>News, Podcast, dan Video</description>
        <language></language>
        <pubDate>Fri, 17 Jul 2026 01:30:51 +0700</pubDate>

        
            <item>
                <title>10 Cara Mengatasi Sibling Rivalry pada Anak agar Tidak Berkepanjangan </title>
                <atom:link href="https://voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://voi.id/lifestyle/585203/cara-mengatasi-sibling-rivalry</link>
                <description><![CDATA[Sibling rivalry atau persaingan antar saudara kadang terasa seperti drama tanpa jeda di rumah. Anak-anak bisa bertengkar soal hal sepele, dari berebut remote TV hingga saling mengejek tanpa henti. Situasi ini sangat umum terjadi. Pertanyaannya, kapan situasi ini masih tergolong wajar dan kapan perlu ditangani secara serius?  ]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/QAuV7K8HZaY2KYbgGOD1Ktdm8p-0hVCo0sqkQmXmuRY/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUyMDMvMjAyNjA3MTYyMDU5LW1haW4uanBn.jpg"><figcaption>Ilustrasi (Magnific/@gpointstudio)</figcaption></figure><p>YOGYAKARTA<em> - Sibling rivalry</em> atau persaingan antar saudara kadang terasa seperti drama tanpa jeda di rumah. Anak-anak bisa bertengkar soal hal sepele, dari berebut remote TV hingga saling mengejek tanpa henti. Selain melelahkan bagi orangtua, situasi ini juga bisa memengaruhi hubungan jangka panjang antar anak.</p><p>Namun, perlu dipahami bahwa <em>sibling rivalry</em> adalah hal yang sangat umum terjadi. Pertanyaannya, kapan situasi ini masih tergolong wajar dan kapan perlu ditangani secara serius? Anda sebagai orangtua perlu memahami akar masalahnya agar bisa mengelola situasi dengan lebih bijak.</p>Psikologi di Balik <em>Sibling Rivalry</em><p>Dilansir dari <em>Purewow</em>, Dr. Bethany Cook, psikolog klinis berlisensi dan penulis <em>For What It&rsquo;s Worth: A Perspective on How to Thrive and Survive Parenting</em>, menyebut <em>sibling rivalry</em> sebagai &ldquo;efek samping yang sepenuhnya normal dari anak-anak yang berbagi sumber daya orangtua yang sama.&rdquo;</p><p>Dalam pandangan Alfred Adler, anak cenderung bersaing untuk mendapatkan validasi agar tidak merasa inferior. Hal ini diperkuat oleh kecenderungan anak untuk membandingkan diri dengan saudara terdekatnya. Dr. Cook menjelaskan bahwa &ldquo;anak-anak mengukur diri mereka dengan kelompok terdekatnya sering kali saudara kandung dengan menggunakan keberhasilan dan kegagalan untuk menilai harga diri mereka.&rdquo;</p><p>Faktor lain yang tak kalah penting adalah perlakuan orangtua yang berbeda, meski tidak disengaja. Perbedaan kecil dalam perhatian atau aturan bisa berdampak besar pada hubungan antar saudara. Dr. Cook menegaskan bahwa &ldquo;bahkan perbedaan kecil terbukti secara konsisten dapat memicu lebih banyak konflik dan rasa kesal di antara saudara.&rdquo;</p><p>Selain itu, perbedaan karakter juga menjadi faktor lain yang memunculkan <em>Sibling rivalry</em>. Dr. Cook mengatakan, &ldquo;Perbedaan individu dalam hal impulsif, reaktivitas emosional, dan keterampilan sosial membuat beberapa pasangan lebih mudah terpicu/tersulut dibandingkan yang lain.&rdquo;</p>10 Cara Mengatasi <em>Sibling rivalry</em><p>Setelah mengetahui akar masalahnya, selanjutnya Anda butuh pendekatan yang tepat untuk mengatasi situasi ini. Menurut Dr. Cook, berikut 10 hal yang bisa Anda lakukan sebagai orangtua untuk mengatasi <em>sibling rivalry</em>:</p><li>Jadilah pelatih, bukan wasit</li><p>Dr. Cook menyarankan, &ldquo;Alih-alih memutuskan siapa yang &lsquo;benar&rsquo;, bimbing anak untuk bernegosiasi dan menemukan solusi yang bisa diterima bersama.&rdquo; Ajak mereka mengungkapkan perasaan dan kebutuhan masing-masing. Dengan begitu, anak belajar berkomunikasi dan berkompromi.</p><li>Tetap tenang dan netral</li><p>Reaksi Anda sebagai orangtua sangat memengaruhi suasana konflik. Dr. Cook mengingatkan bahwa &ldquo;emosi itu menular jika Anda tetap tenang, anak-anak akan lebih cepat tenang dan konflik akan mereda.&rdquo; Sikap tenang lebih cepat membantu meredakan situasi.</p><li>Prioritaskan Keterampilan Pengaturan Emosi</li><p>Anak membutuhkan contoh dari orangtua untuk belajar mengelola emosi. Dr. Cook menyarankan, &ldquo;Latih anak mengenali perasaan, menarik napas dalam, atau berhenti sejenak sebelum kembali berinteraksi.&rdquo; Dengan latihan sederhana ini, anak lebih siap menghadapi konflik tanpa ledakan emosi.</p><li>Kurangi perlakuan yang berbeda</li><p>Memang tidak semua aturan bisa sama untuk setiap anak. Meski demikan, penting bagi Anda untuk menberikan penjelasan sehingga anak mengerti kenapa ada perbedaan aturan. Pastikan juga setiap anak mendapatkan waktu dan perhatian yang seimbang.</p><li>Dorong aktivitas kerja sama</li><p>Berikan anak tujuan bersama agar mereka belajar bekerja sama. Dr. Cook mengatakan, &ldquo;Beri anak tujuan bersama sehingga keberhasilan bergantung pada kerja sama.&rdquo; Ini membantu mengubah perspektif dari kompetisi menjadi kolaborasi.</p><p></p><li>Hargai keunikan masing-masing anak</li><p>Setiap anak memiliki minat dan kemampuan yang berbeda. Hindari memberi label seperti &ldquo;yang pintar&rdquo; atau &ldquo;yang atletis&rdquo; karena bisa memperkuat persaingan. Fokuslah pada minat dan kemampuan unik masing-masing anak.</p><li>Ajarkan cara komunikasi yang sehat</li><p>Kalimat sederhana bisa membantu anak menyampaikan perasaan. Dr. Cook menekankan pentingnya mengajarkan frasa-frasa sederhana yang mudah diucapkan anak sehingga mereka bisa menyampaikan perasaan tanpa harus berteriak atau menyerang. Ini juga menjadi bekal penting dalam hubungan sosial mereka.</p><li>Tetapkan aturan keluarga yang jelas</li><p>Buat aturan dasar seperti tidak boleh memukul atau menghina. Jelaskan konsekuensinya sejak awal dan terapkan secara konsisten. Kepastian aturan membuat anak merasa lebih aman dan tahu batasan.</p><li>Luangkan waktu khusus dengan tiap anak</li><p>Setiap anak membutuhkan perhatian eksklusif dari orang tua. Dr. Cook menjelaskan, &ldquo;Waktu berdua membantu &lsquo;mengisi tangki perhatian&rsquo; setiap anak sehingga mereka tidak perlu bersaing untuk mendapatkannya.&rdquo;</p><li>Cari bantuan profesional jika diperlukan</li><p>Jika situasi ini berlangsung terus-menerus atau sudah mengarah pada kekerasan, jangan ragu mencari bantuan ahli. Terapis keluarga dapat membantu mengidentifikasi akar masalah dan memberikan solusi terbaik.</p><p>Itulah 10 hal yang bisa Anda lakukan untukmengatasi <em>sibling rivalry</em>. Ketika anak terbiasa berkomunikasi, berempati, dan mencari solusi bersama, hubungan mereka justru bisa tumbuh lebih kuat. Dengan demikian, rumah tidak lagi menjadi arena persaingan tetapi ruang belajar yang hangat bagi setiap anggota keluarga.</p><p>Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/QAuV7K8HZaY2KYbgGOD1Ktdm8p-0hVCo0sqkQmXmuRY/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUyMDMvMjAyNjA3MTYyMDU5LW1haW4uanBn.jpg" length="153" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/QAuV7K8HZaY2KYbgGOD1Ktdm8p-0hVCo0sqkQmXmuRY/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUyMDMvMjAyNjA3MTYyMDU5LW1haW4uanBn.jpg"/>
                <author><![CDATA[kampleng@voi.id (Fandy)]]></author>
                <guid>https://voi.id/lifestyle/585203/cara-mengatasi-sibling-rivalry</guid>
                <pubDate>Fri, 17 Jul 2026 01:22:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            <item>
                <title>Iran: AS Lakukan Kejahatan Perang dengan Targetkan Infrastruktur Sipil</title>
                <atom:link href="https://voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://voi.id/berita/585228/iran-as-lakukan-kejahatan-perang-dengan-targetkan-infrastruktur-sipil</link>
                <description><![CDATA[ Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Amerika Serikat melakukan kejahatan perang karena menargetkan infrastruktur sipil dalam serangan-serangannya terhadap negara tersebut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/04cw6isO-yLnxdr7jycUpy4ymkpbKa7B26EB3RqgIO8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUyMjgvMjAyNjA3MTcwMDAwLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg0MjIxMjc5LmpwZw.jpg"><figcaption>FOTO ILUSTRASI/Dampak serangan di Teheran, Iran/DOK Masoud Shahrestani/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons</figcaption></figure><p class="p2"><span class="s1">JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Amerika Serikat melakukan kejahatan perang karena menargetkan infrastruktur sipil dalam serangan-serangannya terhadap negara tersebut.</span></p><p class="p2"><span class="s1">Dalam pernyataan pada Kamis, 16 Juli, Iran menuduh AS melakukan sejumlah kejahatan perang, khususnya dengan menargetkan fasilitas dan infrastruktur sipil.</span></p><p class="p2"><span class="s1">&ldquo;Serangan-serangan semacam itu merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan aturan dasar hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Iran dilansir dari <em><strong>CNN</strong></em>.</span></p><p class="p2"><span class="s1">Pernyataan tersebut membela serangan Iran terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Teheran menyebut serangan balasan yang dilakukan sebagai tindakan yang "bersifat defensif" dan sesuai dengan hak membela diri Iran yang melekat dan sah menurut hukum internasional serta Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.</span></p><p class="p2"><span class="s1">Pernyataan itu tidak menyinggung serangan Iran baru-baru ini terhadap kapal komersial atau serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) sebelumnya yang menyasar bangunan tempat tinggal, hotel, bandara sipil, serta fasilitas energi dan air utama di berbagai negara Teluk. </span></p><p class="p2"><span class="s1">Di antaranya yakni serangan pada 3 Juni terhadap Bandara Internasional Kuwait yang menyebabkan kerusakan parah pada terminal penumpang, menewaskan satu orang, dan melukai lebih dari 60 orang lainnya, serta serangan pada akhir bulan lalu yang menurut Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyebabkan kerusakan parah pada sebuah bangunan tempat tinggal.</span></p><p class="p3"></span></p><p class="p4"></p><p class="p1"></p><p class="p2"><span class="s1">Sebagai contoh dugaan kejahatan perang AS, Kementerian Luar Negeri Iran merujuk pada serangan udara pada Rabu dini hari terhadap fasilitas produksi air mineral di wilayah Dehloran, dekat perbatasan dengan Irak, serta serangan terhadap pusat kendali lalu lintas maritim di Chabahar, Iran tenggara, pada malam hari antara Selasa dan Rabu.</span></p><p class="p5"><span class="s2">Pernyataan tersebut menyebutkan "banyak serangan serupa lainnya termasuk dalam kejahatan perang yang dilakukan oleh pihak agresor Amerika hanya dalam kurun waktu satu minggu terakhir."</span></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/04cw6isO-yLnxdr7jycUpy4ymkpbKa7B26EB3RqgIO8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUyMjgvMjAyNjA3MTcwMDAwLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg0MjIxMjc5LmpwZw.jpg" length="179" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/04cw6isO-yLnxdr7jycUpy4ymkpbKa7B26EB3RqgIO8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUyMjgvMjAyNjA3MTcwMDAwLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg0MjIxMjc5LmpwZw.jpg"/>
                <author><![CDATA[ferdinan@voi.id (Ferdinan)]]></author>
                <guid>https://voi.id/berita/585228/iran-as-lakukan-kejahatan-perang-dengan-targetkan-infrastruktur-sipil</guid>
                <pubDate>Fri, 17 Jul 2026 01:01:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            <item>
                <title>Pentingnya Rutinitas Harian untuk Anak dalam Mendukung Tumbuh Kembang</title>
                <atom:link href="https://voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://voi.id/lifestyle/585079/pentingnya-rutinitas-harian-untuk-anak</link>
                <description><![CDATA[Pahami pentingnya rutinitas harian untuk anak dalam membangun disiplin, rasa aman, tidur sehat, kemandirian, dan kemampuan belajar.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/e90bc1VcVhWx4pFDcBa8x_qIA_M78LhNgbDoZp_fMwg/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUwNzkvMjAyNjA3MTYxMTU5LW1vYmlsZS5qcGc.jpg"><figcaption>Pentingnya rutinitas harian untuk anak (Gambar pressfoto-Magnific)</figcaption></figure><p>YOGYAKARTA - Setiap anak membutuhkan pola hidup yang teratur sejak usia dini. Rutinitas membantu anak memahami kegiatan yang harus dilakukan setiap hari. Pola ini mencakup waktu bangun, makan, belajar, bermain, dan tidur.</p><p>Pentingnya rutinitas harian untuk anak tidak hanya berkaitan dengan disiplin. Rutinitas juga mendukung perkembangan emosi, sosial, dan kemampuan berpikir. Anak merasa lebih tenang karena mengetahui kegiatan berikutnya.</p><p>Rutinitas tidak harus kaku atau membebani anak. Orang tua dapat membuat jadwal sederhana dan mudah diterapkan. Jadwal perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan setiap anak.</p>Pentingnya Rutinitas Harian untuk Anak<li>Membantu Anak Merasa Aman</li><p>Anak sering merasa cemas saat menghadapi situasi tidak terduga. Jadwal harian memberikan kepastian dalam kehidupan mereka. Anak mengetahui kapan harus makan, mandi, belajar, dan tidur.</p><p>Kepastian tersebut menciptakan rasa aman dalam diri anak. Mereka tidak terus menebak kegiatan yang akan dilakukan. Kondisi ini membantu anak mengendalikan emosi dengan lebih baik.</p><p>Orang tua juga lebih mudah menjelaskan aturan keluarga. Anak memahami bahwa setiap kegiatan memiliki waktu tertentu. Konflik kecil pun dapat berkurang secara perlahan.</p><li>Membentuk Kebiasaan Disiplin</li><p>Disiplin tidak terbentuk melalui perintah keras. Disiplin tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Rutinitas menjadi sarana efektif untuk membangun kebiasaan tersebut.</p><p>Anak belajar merapikan tempat tidur setelah bangun. Mereka juga belajar menyimpan mainan setelah digunakan. Kebiasaan sederhana ini melatih rasa tanggung jawab.</p><p>Orang tua perlu memberikan contoh secara konsisten. Anak cenderung meniru tindakan orang terdekatnya. Berikan apresiasi saat anak mengikuti jadwal dengan baik.</p><li>Mendukung Kualitas Tidur Anak</li><p>Waktu tidur yang tidak teratur dapat mengganggu kondisi anak. Anak mungkin mudah lelah, rewel, dan sulit berkonsentrasi. Jadwal tidur teratur membantu tubuh mengenali waktu istirahat.</p><p>Rutinitas sebelum tidur juga memberikan efek menenangkan. Orang tua dapat mengajak anak menyikat gigi. Kegiatan membaca cerita juga dapat dilakukan bersama.</p><p>Hindari penggunaan gawai menjelang waktu tidur. Cahaya layar dapat membuat anak tetap terjaga. Ciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang.</p><p></p><li>Meningkatkan Kemampuan Belajar</li><p>Pentingnya rutinitas harian untuk anak terlihat saat mereka belajar. Waktu belajar yang konsisten membantu anak lebih siap. Mereka dapat fokus tanpa merasa dipaksa secara mendadak.</p><p>Durasi belajar perlu disesuaikan dengan usia anak. Anak usia dini membutuhkan waktu belajar yang singkat. Kegiatan belajar juga harus diselingi permainan yang menyenangkan.</p><p>Rutinitas membantu anak memahami prioritas kegiatan. Mereka belajar menyelesaikan tugas sebelum bermain. Kebiasaan ini mendukung kemandirian saat memasuki usia sekolah.</p><li>Menjaga Pola Makan Sehat</li><p>Jadwal makan teratur membantu menjaga kesehatan tubuh anak. Anak tidak mudah melewatkan waktu makan utama. Mereka juga dapat mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.</p><p>Orang tua perlu menyediakan makanan dengan gizi seimbang. Libatkan anak saat memilih menu sederhana. Cara ini dapat meningkatkan minat terhadap makanan sehat.</p><p>Hindari memaksa anak menghabiskan makanan. Ajarkan mereka mengenali rasa lapar dan kenyang. Suasana makan perlu dibuat nyaman tanpa tekanan.</p><li>Melatih Kemandirian Sejak Dini</li><p>Rutinitas memberikan kesempatan untuk melakukan tugas sederhana. Anak dapat belajar memakai pakaian sendiri. Mereka juga dapat menyiapkan perlengkapan sekolah.</p><p>Tugas harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Jangan memberikan tanggung jawab yang terlalu berat. Berikan arahan singkat dan jelas.</p><p>Kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Orang tua tidak perlu langsung mengambil alih tugas. Berikan waktu agar anak mencoba kembali.</p>Cara Membuat Rutinitas yang Efektif<ul><li>Buatlah jadwal dengan kegiatan yang realistis. Jangan memasukkan terlalu banyak aktivitas dalam satu hari. Anak tetap membutuhkan waktu bebas untuk bermain.</li><li>Gunakan gambar untuk membantu anak memahami jadwal. Tempelkan jadwal pada tempat yang mudah terlihat. Jelaskan setiap kegiatan menggunakan bahasa sederhana.</li><li>Lakukan perubahan secara bertahap saat jadwal belum berhasil. Orang tua perlu bersikap fleksibel dalam kondisi tertentu. Konsistensi tetap penting tanpa mengabaikan kebutuhan anak.</li></ul><p>Pentingnya rutinitas harian untuk anak berkaitan dengan perkembangan menyeluruh. Rutinitas membantu membangun rasa aman dan disiplin. Pola ini juga meningkatkan kualitas tidur dan belajar.</p><p>Orang tua berperan besar dalam menjaga konsistensi jadwal. Rutinitas perlu dibuat sederhana, fleksibel, dan menyenangkan. Kebiasaan baik hari ini akan mendukung masa depan anak. Ketahui juga 7 Cara Membangun Kesehatan Mental Anak untuk Meningkatkan Suasana Hati dan Fokus</p><p>Jadi setelah mengetahui pentingnya rutinitas harian untuk anak, simak berita menarik lainnya di <strong><em>VOI.ID</em></strong>, saatnya merevolusi pemberitaan!</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/e90bc1VcVhWx4pFDcBa8x_qIA_M78LhNgbDoZp_fMwg/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUwNzkvMjAyNjA3MTYxMTU5LW1vYmlsZS5qcGc.jpg" length="156" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/e90bc1VcVhWx4pFDcBa8x_qIA_M78LhNgbDoZp_fMwg/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUwNzkvMjAyNjA3MTYxMTU5LW1vYmlsZS5qcGc.jpg"/>
                <author><![CDATA[kampleng@voi.id (Fandy)]]></author>
                <guid>https://voi.id/lifestyle/585079/pentingnya-rutinitas-harian-untuk-anak</guid>
                <pubDate>Fri, 17 Jul 2026 00:28:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            <item>
                <title>Cadangan Minyak Menipis, Ekonomi Global Kembang Kempis</title>
                <atom:link href="https://voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://voi.id/berita/585180/cadangan-minyak-menipis-ekonomi-global-kembang-kempis</link>
                <description><![CDATA[Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan cadangan minyak mentah dunia sedang menyusut, sehingga mengikis salah satu penyangga utama dalam menghadapi guncangan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/0EYJ4z1-6j1B00_sOyeFVJogragRBQJ2zplJtTbYHS8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUxODAvMjAyNjA3MTYxODU5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg0MjAzMTg4LnBuZw.jpg"><figcaption>ILUSTRASI UNSPLASH/Tasos Mansour</figcaption></figure><p class="p6"><span class="s2">JAKARTA - Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan cadangan minyak mentah dunia sedang menyusut, sehingga mengikis salah satu penyangga utama dalam menghadapi guncangan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.</span></p><p class="p6"><span class="s2">"Ekonomi global belum sepenuhnya aman," ujar Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol kepada <strong><em>CNN</em></strong> dilansir Kamis, 16 Juli.</span></p><p class="p6"><span class="s2">Berbagai negara telah mengompensasi hilangnya pasokan minyak dari Timur Tengah dengan mengandalkan peningkatan produksi dari wilayah lain. Jalur alternatif untuk mengangkut minyak mentah keluar dari kawasan tersebut&mdash;seperti pipa Timur-Barat milik Arab Saudi&mdash;juga turut membantu meredam dampak kenaikan harga minyak.</span></p><p class="p6"><span class="s2">"Namun, kondisi ini tidak bisa bertahan lama karena cadangan minyak mentah global terus menurun," kata Birol memperingatkan.</span></p><p class="p6"><span class="s2">Dunia sangat bergantung pada cadangan minyak strategis untuk menutupi hilangnya lebih dari 1 miliar barel minyak sejak dimulainya perang Iran. </span></p><p class="p6"><span class="s2">Menurut data IEA, cadangan minyak global sempat anjlok sebesar 360 juta barel antara Maret dan Mei, lalu sedikit pulih pada Juni berkat peningkatan volume minyak yang sedang dalam pengiriman melalui jalur laut (minyak yang berada di atas kapal), meskipun berbagai negara terus menggunakan cadangan strategis mereka.</span></p><p class="p7"></p><p class="p7"></p><p class="p8"></span></p><p class="p5"></p><p class="p1"><span class="s1">Harga minyak melonjak bulan ini, setelah sempat turun ke tingkat harga sebelum perang dalam beberapa minggu terakhir. </span></p><p class="p1"><span class="s1">Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak global, naik sekitar US$13 menjadi hampir US$85 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI)&mdash;minyak acuan Amerika Serikat&mdash;melonjak lebih dari US$10 hingga mencapai angka sedikit di bawah US$80 per barel.</span></p><p class="p2"></p><p class="p3"></p><p class="p3"></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/0EYJ4z1-6j1B00_sOyeFVJogragRBQJ2zplJtTbYHS8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUxODAvMjAyNjA3MTYxODU5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg0MjAzMTg4LnBuZw.jpg" length="179" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/0EYJ4z1-6j1B00_sOyeFVJogragRBQJ2zplJtTbYHS8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODUxODAvMjAyNjA3MTYxODU5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg0MjAzMTg4LnBuZw.jpg"/>
                <author><![CDATA[ferdinan@voi.id (Ferdinan)]]></author>
                <guid>https://voi.id/berita/585180/cadangan-minyak-menipis-ekonomi-global-kembang-kempis</guid>
                <pubDate>Fri, 17 Jul 2026 00:01:00 +0700</pubDate>
            </item>
            </channel>
</rss>
