साझा करें:

JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Marthinus Hukom menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penanggulangan penggunaan narkoba di Jakarta.

Marthinus mengungkap, berdasarkan survei BNN tahun 2019, pengguna narkoba di Jakarta sebesar 3,3 persen atau sekitar 132 ribu orang. Selain itu, BNN telah memetakan tiga wilayah atau kampung yang rawan menyalahgunaan narkoba.

"Kelurahan (Kampung) Bahari, kemudian (Kampung) Boncos, dan Kampung Permata (Kampung Ambon) di Jakarta Barat," kata Marthinus di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 11 April.

Dari hasil pemetaan BNN, aktivitas penyalahgunaan obat terlarang masyarakat sebagai pengguna dan para bandar narkotika di tiga kampung tersebut sudah menjadi siklus kejahatan.

"Sudah barang tentu narkoba ini kan ada uangnya di situ, sehingga masyarakat dan para bandar ini saling ketergantungan," ungkap Marthinus.

Oleh sebab itu, untuk memberantas narkoba di wilayah rawan, BNN akan melakukan penanggulangan dengan memisahkan pengguna dan bandar. Kemudian, menangkap para bandar dan pengedar, serta merehabilitasi pengguna narkobanya.

"Kemudian kita bersama-sama dengan Pak Gubernur bagaimana kita kembali menghadirkan patron-patron tradisional, ulama, kepala kelurahan kita kuatkan lagi, lalu kemudian kita lihat apakah ada problem-problem sosial, problem keluarga, problem kemiskinan, dan lain-lain," jelasnya.

Di satu sisi, Marthinus tak menampik adanya oknum pemerintah atau aparat yang melindungi kampung rawan narkoba agar tetap menjalankan operasinya. Namun, ia menegaskan BNN bakal menyelidiki sepenuhnya siapa pada oknum yang menyalahgunakan wewenangnya tersebut.

"Bukan hanya oknum pemerintah daerah. Oknum polisi yang terlibat, akan saya bersihkan. BNN yang terlibat, saya akan bersihkan. Itu komitmen saya. Saya ngga main-main. Kita sudah tahu kok. Kita perlahan lahan sudah petakan, siapa yang terlibat di situ," ujar dia.

"Cuma kan saya butuh waktu untuk mencari bukti. Karena kalau sudah bicara pembuktian, itu kan konkret bukan katanya katanya," tambahnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+