Setahun Pemerintahan Prabowo, MPR: Lapangan Pekerjaan dan Harga Sembako Masih Jadi Tantangan
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengapresiasi banyaknya terobosan dan pencapaian yang dihasilkan dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dari aspek perekonomian di mana ekonomi nasional tumbuh di angka 5,12 persen.
"Kita juga memberikan perhatian khusus terutama terhadap masyarakat secara umum agar daya beli tetap terjaga dengan memberikan berbagai kemudahan dalam bentuk bansos, BLT (Bantuan Langsung Tunai)," ujar Eddy di gedung DPR Jakarta, Senin, 20 Oktober.
Selain itu, lanjut Eddy, sektor pangan yang salah satu targetnya adalah untuk mencapai kemandirian pangan juga memperlihatkan hasil positif. Ia mengatakan, sudah hampir puluhan tahun Indonesia akhirnya bisa mandiri lagi terutama dari aspek swasembada beras.
"Stok beras kita 4,2 juta ton, itu merupakan stok yang tertinggi yang kita miliki, jadi ini merupakan pencapaian juga," katanya.
Begitu juga di sektor sosial, pendidikan, pendirian sekolah-sekolah rakyat, pendirian sekolah unggulan Garuda, termasuk juga makan bergizi gratis (MBG), yang sekarang sudah mencapai 36 juta penerima.
Meski begitu, Eddy mengakui masih ada berbagai kendala dalam pelaksanaan MBG. Akan tetapi, harus diakui program itu berjalan dan sudah mencapai 36 juta penerima.
"Itu merupakan pencapaian yang tidak mudah dicapai tentunya, dan Alhamdulillah sudah bisa menjangkau sampai dengan seluruh Indonesia," ungkap Waketum PAN itu.
Kemudian pencapaian di sektor kebijakan luar negeri, di mana Indonesia sekarang menjadi salah satu negara yang sudah diakui. "Kita merupakan salah satu negara yang memiliki juga pencapaian yang besar dalam penyelesaian permasalahan gencatan senjata di gaza. Jadi ini berbagai pencapaian yang sudah dilakukan," tuturnya.
यह भी देखें:
Di sisi lain, Eddy mengatakan masih ada sejumlah tantangan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintahan Prabowo. Yakni penciptaan lapangan kerja dan penurunan harga sembako.
"Memang tantangannya masih ada, tantangannya lapangan pekerjaan. Tantangan kedua juga adalah mengenai harga sembako yang terjangkau," ucapnya.
"Tetapi hal itu cepat diantisipasi dan dieksekusi oleh pemerintah melalui pertama pemberian magang untuk mereka-mereka yang telah selesai dalam kuliahnya," lanjut Eddy.
Pemerintah, sambung Eddy, sudah memberikan BLT Dangan kucuran anggaran senilai Rp30 triliun, yang menjangkau 35 juta kepala keluarga dan 140 juta jiwa.
"Ini juga merupakan salah satu bentuk dari kepedulian pemerintah agar masyarakat tetap memiliki daya beli untuk menjalankan berbagai kegiatan termasuk konsumsi sembako," pungkasnya.