Klaus Meine Ungkap Kisah dan Makna Lagu Andalan Scorpions, Wind of Change
JAKARTA - Legenda hard rock asal Jerman, Scorpions, baru-baru ini merilis video track-by-track di mana sang vokalis, Klaus Meine, mengulas makna lagu andalan mereka, "Wind Of Change”, dari awal tercipta hingga warisan abadinya.
Mengutip Blabbermouth, Meine memaparkan bagaimana lagu tersebut telah menjadi simbol kuat untuk perdamaian, terutama di masa-masa sulit.
Vokalis 77 tahun itu menyoroti era akhir 2980-an, ketika Scorpions pertama kali tampil di Leningrad (sekarang Saint Petersburg), Uni Soviet—suatu kunjungan yang membuka mata setelah kesuksesan yang mereka raih, khususnya di Amerika Serikat.
"Itu adalah impian kami untuk pergi ke timur," kata Klaus, mengenang kesulitan bermain di balik Tembok Berlin atau di bekas DDR (Deutsche Demokratische Republik).
"Pada musim semi—April '88, saya rasa — kami menggelar 10 konser di Leningrad. Rasanya luar biasa, karena kami berkata, 'Orang tua kami datang dengan tank. Ini adalah generasi baru. Kami datang dengan gitar. Kami membawa cinta, kami membawa musik. Kami tidak saling tembak. Kami ingin bernyanyi bersama.'"
Momen inspiratif itu memuncak setahun kemudian, saat mereka tampil di Moscow Music Peace Festival. Meine merasakan perubahan besar di udara, terutama dengan kehadiran Mikhail Gorbachev di Kremlin.
"Ketika kami bermain di Moscow Music Peace Festival, kami tampil gila-gilaan dengan 'Blackout' dan lagu-lagu itu. Penonton Rusia, para penggemar, ikut bernyanyi. Para penjaga keamanan, yang sebagian besar adalah tentara dari Tentara Merah, melemparkan topi mereka ke udara,” kenang sang vokalis.
“Mereka benar-benar gila dan menikmati musik seperti penggemar. Seharusnya mereka bertugas sebagai keamanan, tetapi mereka berbalik, ingin menonton pertunjukan, mereka tidak ingin melewatkan apa pun. Dan itu sangat menginspirasi," imbuhnya.
यह भी देखें:
Meine menggambarkan momen itu seperti dunia yang berubah di depan mata mereka. Ketika kembali, ia merenungkan perubahan yang ia saksikan antara Leningrad 1988 dan Moskow 1989.
"Sungguh terasa seperti momen baru, waktu baru, masa depan baru, masa depan yang lebih damai ada di udara. Dan itulah inti dari lagu ini," katanya.
Sejak saat itu, "Wind Of Change" menjelma menjadi semacam lagu kebangsaan perdamaian. Meine mengaku terkejut melihat daya tahan lagu tersebut.
"Setelah bertahun-tahun, lebih dari 30 tahun, lagu ini memiliki satu miliar klik di YouTube," tuturnya. "Dan tampaknya, terutama di masa-masa sulit yang kita hadapi sekarang, lagu ini sangat relevan, terutama dengan audiens muda, dengan anak-anak muda yang menyanyikan lagu ini di setiap pertunjukan dengan begitu banyak emosi. Dan orang-orang menangis.”
“Ini benar-benar menunjukkan bahwa setelah semua yang terjadi di masa-masa sulit, lagu ini masih merupakan pesan perdamaian yang sangat kuat,” pungkasnya.