4 Kesalahan Jalan Kaki yang Bisa Sebabkan Nyeri dan Kenaikan Berat Badan

JAKARTA - Berjalan bukan sekadar melangkahkan kaki. Banyak orang tanpa sadar berjalan dengan cara salah bisa menyebabkan nyeri, postur tubuh yang buruk, hingga kenaikan berat badan.

"Setiap orang bisa berjalan dengan lebih baik. Jika kita bisa memperbaiki sesuatu yang dilakukan setiap hari, dampaknya bisa sangat besar," ujar Joanna Hall, seorang ahli olahraga dan pendiri WalkActive, dikutip VOI dari laman Times of India pada Rabu, 2 April.

Menurut Hall, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang saat berjalan. Berikut 4 kesalahan utama saat berjalan yang dapat menyebabkan nyeri dan kenaikan berat badan.

1. Penggunaan Otot yang Salah

Apakah Anda sering merasakan nyeri punggung bawah setelah berjalan? Ini bisa jadi karena Anda terlalu bergantung pada otot fleksor pinggul, bukan otot posterior (dari punggung atas hingga betis).

Terlalu mengandalkan fleksor pinggul bisa membuat langkah Anda lebih pendek dan gerakan menjadi kaku. Selain itu, penelitian menunjukkan penggunaan fleksor pinggul yang berlebihan bisa mengurangi jarak tempuh saat berjalan.

2. Menapak dengan Kaki Datar

Hall menyebut berjalan dengan hentakan kaki datar adalah kesalahan umum saat berjalan kaki. Setiap kaki memiliki 26 tulang dan 33 sendi yang dirancang untuk menyeimbangkan tubuh, menyerap benturan, dan mendorong gerakan ke depan.

Namun, jika Anda berjalan dengan cara yang salah, sendi kaki tidak bekerja maksimal, dan otot fleksor pinggul malah bekerja lebih keras. Sepatu yang sempit juga memperburuk kondisi ini, karena menekan jari-jari kaki. Akibatnya, cara berjalan yang salah ini bisa menyebabkan nyeri, terutama di lutut, serta menghambat keseimbangan tubuh.

3. Kepala Condong ke Depan

Apakah kepala Anda condong ke depan saat berjalan? Ini juga merupakan kesalahan besar. Jika kepala condong ke depan, tekanan pada tulang belakang akan meningkat. Hal ini menyebabkan ketegangan pada otot punggung atas dan membatasi rotasi tulang belakang.

Postur ini juga membuat napas menjadi tidak lama. Akibatnya, jumlah oksigen yang masuk ke tubuh berkurang, sehingga berpengaruh pada jumlah pembakaran kalori.

4. Lengan Tak Aktif

Jalan kaki yang membiarkan lengan hanya menggantung juga tidak baik untuk tubuh. Menurut Hall, tidak mengayunkan lengan saat berjalan berarti Anda kehilangan kesempatan untuk menggerakkan seluruh tubuh secara optimal. Ini juga membatasi penggunaan otot perut, yang sebenarnya bisa membantu membentuk pinggang.

Berjalan dengan mengayunkan lengan secara aktif tidak hanya meningkatkan aktivitas otot tubuh bagian atas dan bawah, tetapi juga membantu membakar lebih banyak kalori.

Tag: jalan kaki kesehatan berat badan