Jangan Anggap Remeh, Kanker Usus Besar Kini Banyak Dialami Usia 20-an

JAKARTA - Penyakit kanker beberapa waktu belakangan semakin banyak menyerang anak muda, khususnya yang masih berusia 20-an. Salah satu jenis kanker yang semakin banyak diidap anak muda adalah kanker kolorektal atau biasa disebut kanker usus besar.

Hal tersebut memicu kekhawatiran dokter, seperti dokter bedah, Dr Mark Soliman, dikutip dari NYPost. Ia mengaku menerima banyak pasien muda dengan kondisi kanker usus besar.

Dokter Soliman mengatakan kanker kolorektal termasuk jenis kanker yang bisa dicegah. Namun, kebanyakan orang malu membicarakan hal yang berkaitan dengan kanker ini, seperti skala buang air besar hingga tinja.

“Saya melihat pasien berusia pertengahan 20-an dengan kanker agresif (termasuk kanker kolorektal). Sebagai seorang dokter bedah sungguh menyedihkan menyaksikannya karena penyakit ini 100 persen dapat dicegah,” kata Dr Soliman, dikutip pada Kamis, 6 Februari 2025.

“Namun, orang-orang terlalu malu untuk berbicara dengan dokter mereka tentang buang air besar atau warna tinja mereka,” tambahnya.

Sebagian besar penderita kanker kolorektal dikarenakan mereka menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Mulai dari malas bergerak, kurang berolahraga, mengonsumsi makanan olahan, dan tidak mendapatkan cukup banyak asupan serat.

Dokter Soliman mengaku akan terus berusaha mengampanyekan agar orang, khususnya yang masih muda waspada terhadap kanker kolorektal. Terlebih, mengenai gejala-gejalanya yang sering muncul terlambat dan tidak disadari.

“Gejala kanker usus besar sayangnya muncul terlambat. Gejala-gejala itu bisa berupa perubahan kebiasaan buang air besar, entah itu berupa perasaan sembelit yang semakin parah, perubahan diameter tinja, atau pendarahan rektal,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mencegah kanker ini, disarankan agar menjalani gaya hidup sehat, dengan pola makan seimbang dan berhenti merokok untuk menurunkan risiko. Dokter Soliman juga menyarankan untuk menghindari daging asap yang sering mengandung nitrat tinggi dan telah dikaitkan dengan peningkatan jenis kanker ini.