JAKARTA - Memasuki pekan terakhir kuartal pertama 2025, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan menguat. Pada Selasa, 25 Maret, Bitcoin (BTC) bertengger di 87.600 dolar AS (Rp1,45 miliar) naik 1,86 persen dalam 24 jam terakhir.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha mengatakan bahwa salah satu indikator pemulihan ini adalah arus masuk yang kuat ke ETF Bitcoin spot di AS. Menurutnya, ini mengindikasikan mulai kembalinya kepercayaan investor terhadap pasar aset kripto.
Selain itu, indeks Fear and Greed mengalami kenaikan dari 32 persen ke 45 persen, mendekati level netral. Ini menunjukkan berkurangnya kekhawatiran pasar dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko.
"Pekan ini, salah satu agenda penting yang menjadi perhatian investor adalah rilis laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) Index pada Jumat, 28 Maret. PCE merupakan indikator inflasi yang menjadi preferensi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter," kata Panji.
Berdasarkan data historis dari Coinglass, Ajaib mencatat bahwa performa Bitcoin di kuartal pertama cenderung beragam. Pada Q1 2025, Bitcoin mengalami penurunan -6,62 persen, lebih kecil dibandingkan koreksi pada Q1 2018 (-49,7 persen) atau 2020 (-10,83 persen).
Meskipun Q1 2025 masih berada di zona negatif, Panji menjelaskan, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki peluang untuk menutup Maret dengan lebih positif.
VOIR éGALEMENT:
"Berdasarkan tren sebelumnya, bulan Maret sering kali menjadi periode pemulihan setelah volatilitas tinggi di awal tahun. Dalam lima dari tujuh tahun terakhir, Bitcoin berhasil membukukan kenaikan di bulan Maret,” ujar Panji.
Dengan adanya arus masuk ke Bitcoin-ETF, potensi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, dan stabilisasi pasar global, Panji optimistis Bitcoin berpeluang mengalami pemulihan lebih lanjut di kuartal kedua.
"Namun, investor tetap perlu mencermati dampak dari kebijakan tarif AS yang mulai berlaku pada 2 April serta perkembangan regulasi terhadap ETF berbasis altcoin," tandasnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)