JAKARTA - Bitcoin (BTC) menutup November 2025 dengan performa jauh di bawah ekspektasi historis. Di mana menurut Financial Expert Ajaib Panji Yudha, BTC anjlok sekitar 17% sepanjang bulan.
Harga Bitcoin turun dari 109.600 dolar AS (Rp1,82 miliar) pada 1 November menjadi hanya 90.400 dolar AS (Rp1,5 miliar) pada 30 November, menjadi penurunan bulanan terburuk dalam lima tahun terakhir.
Meski harga tertekan, Panji mencatat adanya pembalikan arus dana (fund flow) di ETF kripto pada pekan terakhir November, sebuah sinyal awal pemulihan likuiditas.
ETF Bitcoin mencatat arus masuk 70 juta dolar AS (Rp1,166 triliun). Sementara itu, ETF Ethereum membukukan inflow jauh lebih besar yakni 313 juta dolar AS, atau sekitar Rp5,216 triliun.
Selain itu, ETF Solana juga turut mencatat inflow 5,4 juta dolar AS atau sekitar Rp90 miliar, meski sebelumnya sempat berada pada tren negatif
“Untuk pertama kalinya sejak akhir Oktober, ETF spot Bitcoin dan Ethereum AS mencatat Net Inflow positif,” kata Panji dalam keterangan tertulisnya.
VOIR éGALEMENT:
Panji menilai arus masuk ini menjadi indikator penting bahwa investor institusional mulai kembali masuk setelah periode tekanan intens di November.
Panji memperkirakan pergerakan kripto khususnya Bitcoin di kisaran 87.000 – 89.000 dolar AS atau sekitar Rp1,449 – Rp1,483 miliar.
Sementara Ethereum (ETH) diperkirakan berada di rentang 2.800 – 3.100 dolar AS atau setara dengan Rp46,6 – Rp51,7 juta.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)